Gus Sholeh Mz Ketum “JPK” Diskusi Publik Bertemakan Hoaks & HTI Masih Gentayangan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Gus Sholeh Mz Ketum ” JPK ” Diskusi Publik Bertemakan Hoaks & HTI Masih Gentayangan

Gus Sholeh Mz Mubalik, Ketua Umum ” JPK ” Jamaah Pengajian Kebangsaan, Saat Acara diskusi publik, bertemakan Hoak & HTI masih gentayangan, UP2YU cafe and resto, hotel Ibis Cikini Jakarta Pusat Jumat (26/10/2018) Photo Dok Guntur, FN Jakarta

JAKARTA – Forum Nusantara, Gus Sholeh Mz Ketua Umun ” JPK ” Jamaah Pengajian kebangsaan, kembali mengisi acara sebagai narasumber dalam acara diskusi publik bertemakan ” Hoaks & HTI Masih Gentayangan ” acara di selengarakan di UP2YU cafe and resto Hotel Ibis Cikini Jakarta Pusat, Jumat siang (26/10/2018)

Selain Gus Sholeh Mz, acara diskusi publik ini juga, di isi oleh beberapa narasumber lainnya yakni, ” Kapitra Ampera (caleg PDIP), Boni Hargens (Pengamat Politik), Neta S. Pane ( Ketua Presidium IPW), M. Guntur Romli (Politisi PSI), Petrus Selestinus (Wasekjen DPP Partai Hanura)

Gus Sholeh Mz (bersurban) saat acara diskusi publik.

Gus Sholeh Mz, Ketua Umum Jamaah Pengajian Kebangsaan, sebagai mubaligh, narasumber di diskusi publik ini memaparkan,” sebagai orang Indonesia yang mana mayoritas adalah umat Islam, dan umat Islam Indonesia beserta ormas-ormas Islam yang terdahulu sebelum jaman kemerdekaan yaitu NU (Nahdatul Ulama), Muhamadiyah, Nahdatul Waton dan yang lainnya, telah sepakat tidak hendak mendirikan negara agama, dan juga bukan negara komunis, juga bukan negara liberalis, dan juga bukan negara sekuler, tapi mendirikan negara kesepakatan bersama yaitu negara Pancasila. Paparnya Gus Sholeh Mz

Gus Sholeh menambahkan,” di era reformasi era keterbukaan kita, krand reformasi di buka lebar-lebar, ada kelompok-kelompok baru yang salah satunya yaitu Ikhwanul muslimin, HTI dan yang lainnya, yang hendak mengubah bangsa kita dengan negara agama.

Kekuatan kelompok mereka terbagi menjadi tiga besar, yang pertama adalah kelompok yang mana mereka menyembunyikan identitas dirinya seperti munafikun,” mereka mengharamkan birokrasi tapi masuk diwilayah demokrasi, demi tercapai terwujutnya mimpi mereka yaitu tegaknya khilafah, Kedua kelompok da’wah yang di motori kelompok hijbutahir, dan yang ketiga adalah kelompok Jihadis yaitu kelompok ISIS dan sebagainya. Ungkapnya Gus Sholeh Mz

Tambahnya lagi, Tetapi kita di sini tidak bicara politik atau di kait-kaitkan dengan politik, tapi apa yang kami baca dan kami lihat, yang di sampaikan oleh sekjend PBNU dalam pemberitaan di berbagai media-media masa online, dalam berita online di sampaikan bahwa telah di temukannya satu truk bendera HTI dan jelas ini memang seperti nya sangat di sengaja, dan mereka sengaja menebar suatu bentuk masalah, karena HTI ini sudah di larang di Indonesia dan mereka sengaja memancing di air keruh, dan yang di tangkap bukan hanya di wilayah Garut, ada dibeberapa tempat lainnya seperti Bandung, Tasik Malaya, dan Jawa Tengah, padahal sudah jelas di beritahukan bahwa, di acara tersebut dilarang membawa bendera lain selain bendera merah putih. Jelasnya Gus Sholeh

Ustad Gus Sholeh Mz menyampaikan lagi, dirinya sepakat bahwa bendera hitam tersebut bukan bendera tauhid yang seperti yang di maksud, ” tetapi adalah benderanya HTI, dan sebagai ulama juga sekaligus mewakili tokoh agama, dirinya menekankan agar supaya negara ini tidak gaduh, agar tidak memancing yang masih semi, oleh karena itu kita warga negara Indonesia yang muslim khususnya, dan juga yang non muslim yang cinta NKRI dan Pancasila ini harga mati, mari sama-sama kita cegah drama ini, mari kita selesaikan sampai di sini, kita cegah keluarga kita, tetangga kita, teman-teman kita, sahabat kita, saudara-saudara kita, untuk tidak mengikuti langkah-langkah pancingan HTI yang hendak mengubah negara dan bangsa kita dari Pancasila, dan NKRI menuju negara khilafah.

Menurut Gus Sholeh, juru bicara HTI sudah menyebarkan kebohongan Hoaks, dengan menyampaikan bahwa HTI tidak punya bendera, sehingga masyarakat banyak yang terpancing dan marah, beranggapan bahwa yang di bakar itu adalah bendera tauhid.

Diharap masyarakat tidak lagi mengeshare vidio-video kegiatan-kegiatan mereka, mari kita melaporkan sama-sama jubir HTI tentang kebohongannya, bendera yang di pakai adalah bukan bendera Rosuluwloh melaikan bendera HTI, dan HTI sudah dinyatakan oleh penegak hukum bahwa akan mengubah bangsa kita, menjadi negara khilafah. Tutupnya Gus Sholeh Mz

GUNTUR


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *