150 Desa Kecipratan P3TGAI, Reynaldo: Sekarang Tahap 2

oleh

GORONTALO FN News РProgram Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja irigasi desa guna kesejahteraan petani, peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, serta berkontribusi untuk ketahanan pangan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi petani dalam perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi berdasarkan kebutuhan dimana masyarakat dilibatkan dalam pembangunan irigasi kecil dibawah 150 ha dengan melibatkan langsung P3A (Perkumpulan petani Pengguna Air). Dalam pelaksanaannya kegiatan P3-TGAI didampingi oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Selain itu kegiatan P3-TGAI ini juga merupakan program padat karya tunai menurut PPK O dan P SDA II pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi II, Reynaldo Jeffry Polie, ST, “pada tahun 2018 P3-TGAI di Provinsi Gorontalo dilakukan di 150 desa dengan anggaran sebesar Rp. 195 Juta per desanya lebih tujuannya adalah untuk peningkatan dan pemeliharaan saluran irigasi tersier. dan saat ini masuk tahap 2.

Reynaldo menjelaskan, dilaksanakannya program menjadi 3 tahap, karena kecenderungan pola tata tanam tiap kabupaten kota berbeda, disesuaikan penatagunaan pola tata tanam irigasi. “Jadi tahapan 1 kemarin lebih cenderung ke daerah Kabupaten Gorontalo dan Bone bolango dan untuk tahapan dua sekarang ke Kabupaten Pohuwato dan Boalemo, dan tahapan terakhir atau ke 3 setelah lebaran nanti.

Mekanisme pelaksanaan P3TGAI lanjut Reynaldo, didahului dengan musyawarah desa yang dihadiri langsung kepala desa dan perangkat desa, Tokoh masyarakat/desa yang dibicarakan atau dibahas soal kebutuhannya apa, dan untuk tata cara pembayaran langsung ke nomor rekening P3a bersangkutan, ” Pembayarannya dua tahap pertama, 70 persen akan dikawal pekerjaan tersebut harus nyata. jadi kami jaga dan wanti-wanti, sehingga pengawasannya kami lakukan intensif, dan lebih penting P3A tersebut memiliki Akta notaris,” urainya.

Dan untuk tahun 2019, jumlah desa penerima program tersebut akan meningkat menjadi 200 desa. “Dengan adanya program ini perputaran dana bisa langsung ke bawah dan manfaatnya langsung dirasakan langsung oleh masyarakat, lebih khusus lagi para petani,” tandas Reynaldo


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *