Ada Apa Dengan Dinas PU Kota Probolinggo,Diduga PPK Terkesan Cuci Tangan.

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

 

 

Probolinggo,Furumnusantaranews.com-
Pelaksanaan revitalisasi pasar baru kota Probolinggo yang cukup lama vakum rupanya masih menjadi topik hangat untuk dibahas. Pasalnya dalam pelaksanaan pembangunan pasar tradisional tersebut terindikasi banyak melakukan pelanggaran yang pastinya keluar dari aturan teknis dalam sebuah pengerjaan proyek yang bernilai milyaran rupiah.

Bahkan sejumlah pemerhati pembangunan dikota Probolinggo ini menyorot teknis yang dilakukan oleh pelaksana proyek tersebut. Sebut saja terkait aturan Keselamatan terhadap para pekerja (K3) yang tidak diindahkan. “Para pekerja ini bukan robot yang tinggal mencet tombol. Mereka manusia yang butuh kelengkapan keselamatan kerja sebagai pendukung dalam menjalankan pekerjaannya. Kalau pihak pemborong lalai dalam hal ini, layak dipertanyakan untuk proyek yang menelan anggaran sebesar ini.”ujar Sulaiman, Ketua LSM PASKAL pada sejumlah awak media diruang kerjanya.

Kenyataan atas keluarnya dari rek teknis pelaksanaan atas proyek tersebut, yakni dengan adanya indikasi penggunaan tanah uruk hasil dari normalisasi sungai dikawasan Jalan Maramis kecamatan Kanigaran kota probolinggo,
“Ini sudah melanggar ketentuan. Bagaimana bisa memenuhi unsur kekuatan bila yang dijadikan dasar tanah uruk dari endapan lumpur. Ini harus dipantau sampai sejauh mana material tersebut digunakan.”tambah Sulaiman.

Saat Andre, Kabid Pembangunan Dinas PUPR kota Probolinggo dikonfirmasi terkait terkait temuan tersebut, ternyata Andre tidak bisa memberikan jawaban yang lugas. “Saya gak tahu soal itu, karena masih atasan saya yang berkopeten memberi keterangan.”ujar Andre yang juga sebagai PPK atas proyek tersebut.

Hal yang perlu dipertanyakan dikalangan wartawan, mengingat ketika kepala Dinas PUPR kota Probolinggo Amin Fredy dikonfirmasi hal tersebut justru mengaku tidak tahu dan mengarahkan untuk menemui Andre.

Atas carut marutnya pelaksanaan proyek ini, Sulaiman berencana akan melayangkan surat ke Walikota Probolinggo dan DPRD. “Biar ada kejelasan yang patut diketahui oleh masyarakatat.”tegas Sulaiman. Kepada media  (.sin..)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *