Akibat Hujan Lebat,Rumah Nenek Bungsu Di Kampar Kiri Roboh

oleh

 

KAMPAR,FN NESW.COM-Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi kemaren malam membuat salah satu rumah milik janda usia 75 tahun di pingiran sungai Subayang Kabupaten Kabupaten Kampar tepatnya di Desa Domo Kecamatan Kampar Kiri Dusun Lamo RT 01 RW 01 Desa Domo roboh.

 

Dari informasi yang yang diterima DetakKampar.co.id dari Kades Desa Domo melalui telepon selulernya,rumah nenek siti Bungsu atau yang biasa dipanggil Nik Gantang yang berdiri berdekatan dengan pinggiran sungai Subayang tersebut kondisinya sekarang sudah hampir roboh.Bahkan sebagian badan rumah milik nenek tersebut hampir masuk ke sungai Subayang,”hujan sejak pukul 00.00 Wib hingga pukul 2 dini hari sehingga membuat tanah didekat rumah Nik Gantang longsor dan membuat robohnya rumah tersebut, kejadian rumah roboh itu sekitar pukul 08.00 wib pada hari Kamis kemarin,” kata Firman, sabtu (04/08/2018)

Kondosi rumah janda 75 tahun nenek bungsu
Firman Kades Domo Kecamatan Kampar Kiri ini juga menjelaskan terkait robohnya rumah Nenek Bungsu tersebut, berdasarkan laporan yang masuk, ambruknya rumah Nenek Bungsu itu diperkirakan pukul 08.00 Wib pagi akibat deras hujan bercampur angin kencang yang terjadi jum’at malam kemaren “Yang ambruk di Desa Domo memang hanya rumah milik Nenek Bungsu saja. tapi,masih ada limah buah rumah milik warga kami yang hampir masuk kesungai lagi yang kami perkirakan hanya hitungan senti meter lagi. Bahkan jalan satu-satunya yang menghubungkan antar Dusun di Desa Kami sekarang hanya berjarak 3 M lagi dari pinggir bibir sungai subayang.,” katanya.

 

 

Masih disampaikan Kades Desa Domo, akibat kejadian tersebut, Nenek yang juga berstatus Janda ini mengalami kehilangan rumah tempat tinggalnya. Bahkan sekarang nenek Bungsu harus numpang dirumah anaknya, Kades juga berharap kepada Pemerintahan Kabupaten Kampar agar membangun Turap dipinggir Aliran Sungai Subayang agar lima rumah warganya yang sudah dipinggir bibir Sungai tidak mengalami nasip yang sama seperti nenek Bungsu.

 

“kita berharap pihak terkait membantu turun ke Desa Domo untuk melihat kondisi rumah Nenek Bungsu dan kami juga berharap turap yang telah dibangun oleh provinsi sepanjang 80 M dapat dilanjut,Kita juga akan mengajukan bantuan ke Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Kampar untuk membantu nenek Bungsu,” harap Firman.

(Hafnipal)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *