Berikan Keterangan Palsu, Made Kembir Lapor Balik I Wayan Suarta

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

I Made kembir (kiri) bersama dengan kuasa hukumnya Emil Salim S.H, M.H (tengah) saat membuat laporan di SPKT Polda Bali/dok. Junaedi (Ist).

DENPASAR (FN news.com) — I Made Kembir (52), melakukan pelaporan balik pada I Wayan Suarta di Polda Bali, atas sangkaan memberikan laporan atau keterangan palsu dibawah sumpah, sesuai pasal 242 dan pasal 317 KUHP.

Laporan itu diterima di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali dan diregister dengan nomer LP TBL/405/XI/2018/BALI/SPKT, pada Jumat (23/11).

“Hari ini kita melakukan pelaporan balik pada Wayan Suarta terkait dengan keterangan palsu dan atau pengaduan secara memfitnah yang pernah dibuatnya pada klien kami di Polresta Denpasar” Kata Emil Salim S.H. M.H. Kuasa hukum I Made Kembir, saat mendampingi pelaporan di Polda Bali.

Dijelaskan Emil, selain melaporkan Wayan Suarta, Dia juga melaporkan Ni Ketut Kasiani yang juga dinilai turut memberikan keterangan yang tidak benar dibawah sumpah dalam persidangan.

Laporan itu dibuat Kembir beserta kuasa hukumnya Emil Salim setelah pihaknya menerima putusan Mahkamah Agung, yang menolak kasasi Kejari Denpasar.

Penolakan berkas kasasi itu sekaligus mematahkan segala dakwaan dan unsur pidana dalam pasal 372 Jo Pasal 378 tentang penipuan dan Penggelapan yang dituduhkan Jaksa pada Kembir.

Penolakan itu dituangkan melalui amar putusan Nomer 89/K/PID/2017 yang digedok oleh tiga orang hakim yang terdiri dari hakim ketua Sri Murwahyuni. S.H., MH pada 27 April 2017, beserta dua hakim anggota Desnayeti M., S.H., M.H dan Sumardijatmo. S.H., M.H.

Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim menilai adanya kejanggalan yang dilakukan oleh Wayan Suarta yang mengaku sebagai korban dalam perkara ini.

Majelis hakim menyatakan, uang Rp. 110 juta yang katanya diserahkan pada Made Kembir untuk pembayaran jual beli tanah itu tidak pernah dilegislasi atau disahkan di kantor Notaris.

Majelis hakim juga menegaskan, uang tersebut bukanlah merupakan uang pembelian tanah. Melainkan uang untuk dipergunakan membiayai sengketa perkara perdata.

Selanjutnya sesuai fakta, lanjut bunyi kutipan pertimbangan hakim. Pada saat terdakwa bersama dengan I Wayan Suarta juga tidak membicarakan jual beli tanah yang saat itu masih atas nama Ida Bagus Gede Arthana.

“Mengadili, menolak permohonan kasasi dari penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Denpasar, [dan] membebankan biaya perkara pada tingkat kasasi kepada negara” kutip, Bunyi Amar putusan yang dibacakan hakim ketua, Sri Murwahyuni S.H., M.H.

Dari putusan MA tersebut, I Made Kembir dinyatakan bebas murni (Virjspraak) dari segala dakwaan dan unsur pidana yang termuat dalam pasal 372 Jo 378 KUHP.

Atas dasar putusan itu, Made Kembir kemudian membuat pelaporan balik pada Wayan Suarta dan Ni Ketut Kasiani. Dengan laporan sangkaan tindak pidana membuat laporan palsu atau membuat keterangan palsu dibawah sumpah.@ [Jun].


Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *