Bos Travel Pemberangkatan Haji PT Global Access Dibebaskan Majelis Hakim

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

SURABAYA, (FN News.com) — Ketua Majelis Hakim Dwi Purwadi, membebaskan bos travel haji PT Global Access, Yunus Yamani dari dakwaan penipuan uang milik calon jamaah haji.

Yunus bebas setelah majelis hakim menilai terdakwa tidak terlibat dalam perkara penipuan yang merugikan uang milyaran itu.

Sebelumnya, perkara ini juga menyeret dua orang terdakwa, yang tak lain adalah karyawan dari PT Global Acces. Keduanya dinyatakan dan divonis bersalah.

Namun, Ketua majelis hakim Dwi Purwadi dalam amar putusannya menyebutkan, bahwa bos PT Global Acces itu tidak terbukti dan terlibat dalam modus penipuan program haji bayar satu gratis satu ini.

Majelis hakim juga menyatakan, terdakwa tidak menerima aliran dana dari program haji tersebut. Padahal, berdasarkan keterangan dari saksi dalam persidangan, terdakwa disebutkan terdakwa telah menerima aliran dana itu, namun hal itu tidak dimasukkan dalam pertimbangan putusan Hakim

“Membebaskan terdakwa dari semua tuntutan jaksa. Karena tidak bersalah, maka biaya persidangan dibebankan pada negara,” ujar Purwadi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Jalan Arjuna, Rabu (8/8/2018).

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Novan Arianto mengaku kecewa dengan vonis bebas tersebut.

Sebelumnya terdakwa dituntut tiga tahun penjara, dan meminta pada majelis hakim agar menjatuhkan vonis bersalah kepada terdakwa dengan hukuman pidana paling tidak sama yakni tiga tahun penjara.

Salah satu yang tidak dipertimbangkan hakim, dari fakta persidangan diketahui, program haji bayar satu gratis satu banyak merugikan calon jamaah haji (CJH). Pasalnya, CJH yang ikut program menggiurkan itu ternyata gagal berangkat ke tanah suci.

“Kami akan laporkan dulu putusan ini ke atasan kami, baru setelah itu kami akan layangkan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) paling lambat 14 hari kedepan” ucap Novan.

Cahyono salah satu korban dari program Haji bayar satu gratis satu, mengatakan sangat kecewa atas vonis Hakim yang membebaskan terdakwa, padahal bukti dan saksi sudah membenarkan bahwa terdakwa sudah melakukan tindak pidana penipuan, saya dalam perkara ini yang jadi korbannya, gak tanggung-tanggung 5 milyar, ucap Cahyono dengan mata berkaca-kaca

Masih pernyataan Cahyono, “anehnya saya ini dilaporkan ke Polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik, la wong saya ini kenak tipu kok malah saya dilaporkan, “yang jelas saya ini salah satu korban, “harapan saya semoga Jaksa melakukan upaya Kasasi secepatnya, Keluh Cahyono

Perkara ini bermula bos PT Global Access, Yunus Yamani menawarkan paket ibadah haji plus. Terdakwa dan juga dua pegawainya yakni Oscar dan Dicky (sudah divonis) mengiming-iming dengan promo bayar satu gratis satu. Peristiwa tersebut terjadi pada 2012. Saat itu, targetnya adalah CJH asal Surabaya dan sekitarnya. Ketiga terdakwa mengadakan presentasi di sebuah hotel di Surabaya. Untuk menambah ke percayaan CJH, mereka menggandeng PT Almadinah, salah satu penyedia jasa pemberangkatan haji di Surabaya. Dalam presentasi tersebut, terdakwa menjanjikan bahwa CJH berangkat pada 2016. Kenyataannya, tidak ada yang berangkat. Akibat perbuatannya itu, banyak ratusan jamaah dirugikan dengan total kerugian hingga Rp5 miliar. Dalam perkara ini, Yunus dijerat Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 372 KUHP tentang Penipuan Penggelapan.@Jn


Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *