Bundanya Guru Nusantara Itu Bernama Ibu Unifah Rosyidi

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

GORONTALO, FN News – Saat itu ada banyak para Rektor, Kepala Dinas pendidikan hingga Dosen dan Guru , berbagai deretan gelar Profesor hingga sejumlah peserta berkumpul di sebuah ruangan tertutup, Ada beberapa orang yang sudah lanjut usia ada juga yang udah berumur 50 Tahun hingga yang masih umur muda semua orang saat itu berseragam kompak yang bermotifkan Batik yang bersimbolkan obor .

Saya Cukup tidak percaya diri saat masuk dalam delegasi pertemuan itu, melihat berbagai latar belakang serta pangkat maupun Jabatan hingga gelar para Delegasi yang hadir, sayalah satu – Satunya peserta pertemuan yang bergelar Sarjana, Namun Rasa tidak percaya diri saya itu berlahan hilang saat saya diskusi bersama sosok perempuan yang berlatar Dosen di salah satu universitas Ternama di Indonesia Dosen Universitas Negeri Jakarta, perempuan itu Bernama Dr. Unifah Rosyidi MPd. Plt Ketua Umum PB PGRI saat itu. Di sinilah pertemuan saya pertama kali Dr. Unifah Rosyidi MPd. Pada Agenda Rapat Koordinasi Nasional PGRI Yang di laksanakan di Hotel Pitagiri Jakarta. 22 Desember 2017.

Ia banyak memberi inspirasi saya Bahwa guru muda untuk selalu setia dan mengawal berbagai agenda PGRI, kita tak melihat latar belakang Jabatan dan Pangkat kalau Guru Wajib untuk berjuang serta memperjuangkan Hak – Hak Martabat seorang guru bahkan ia memberi Motivasi Bahwa PGRI membutuhkan Energi Para guru muda dalam menjalankan Rutinitas Organisasi dan iapyn mengapresiasi langkah PGRI Gorontalo yang merekrut guru muda dalam kepengurusan PGRI.

Menyoal sejarah perjalanan Ibu Unifah Rosyidi. ibu Unifah Rosyidi resmi menjadi ketua umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) periode 2017-2019. Unifah terpilih dalam konverensi kerja nasional IV masa bakti XXI yang diselenggarakan pada 27-30 Januari 2016 di Medan. Sebelumnya Unifah menjabat sebagai pelaksana tugas( Plt Sulistiyo yang meninggal pada 2016.)

Hal yang menarik pada sosok perempuan ini adalah dialah Ketua Umum satu – satunya perempuan yang menahkodai PGRI, dari deretan sejarah ke PGRIan Di Indonesia yang lahir pada era Revolusi 25 Novembet 1945, baginya Kompleksitas Permasalahan Guru di Indoensia harus segera di tuntaskan dengan langkah yang elegan & beretika dalam memperjuangkannya.

Memimpin Organisasi Sekelas PGRI tentu menguras Tenaga, pikiran dan Waktu di dalam menjalankan organisasi ini, apalagi bagi seorang Ibu ia harus mengurus keluarganya suami dan anak-Anaknya tentu harus benar benar dapat mengatur waktu dengan baik dan saya memprediksi ada banyak waktu -waktu yang terkuras hanya untuk mengurus organisasi ini, Belum lagi kalau ada problem di beberapa Daerah yang perlu untuk di tuntaskan tentu di perlukan tenaga yang super dalam menyelesaikannya. Biarlah Untaian Doa Kami Seluruh Guru akan terus mendoakan agar berbagai pengabdian yang di lakukan olehmu adalah Ibadah serta amal baktimu pada agama & Bangsamu, Biarkanlah semangat kami akan mengantikan waktu waktu bersama Keluargamu, karena dirimu telah kami sematkan sebagai bunda kami, Bunda Guru Se Nusantara, Ucapanmu adalah Nasehat Bagi kami, semangatmu menjadi inspirasi bagi kami, dan perjuanganmu menjadi kado bagi kami .

Terima kasih Yunda … Terima Kasih Bunda.. Unifah Kau adalah Pejuang,… Kau adalah Kartini bagi Kami.. Kau adalah Cut nyak dien baru Bagi mereka yang di Aceh. Kau adalah Walanda Maramis Bagi mereka yang ada Sulawesi …. kau adalah Bunda Bagi Bagi kita Guru Se Nusantara…. (Nurhadi Taha)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *