Dampak Penyerangan YTM, Pesantren Nurul Yakin Mencekam!

oleh
Sekelompok orang tersebut datang menggunakan 3 unit Bus (Alisma), Mobil Pribadi 15 Unit, Dalmas Polres Agam 1 Unit, Truck Water Cannon 1 Unit dan 2 Unit Mobil Patroli Polres Agam. Diperkirakan, akibat pengrusakan tersebut dengan dampak kerugian hingga 70% kerusakan.
Sekelompok orang tersebut datang menggunakan 3 unit Bus (Alisma), Mobil Pribadi 15 Unit, Dalmas Polres Agam 1 Unit, Truck Water Cannon 1 Unit dan 2 Unit Mobil Patroli Polres Agam. Diperkirakan, akibat pengrusakan tersebut dengan dampak kerugian hingga 70% kerusakan.

AGAM, FN

Syahrel Dt. Bintaro Rajo,SKM, Ketua Yayasan Tanjung Manggopoh (YTM) ketika ditemui media ini beberapa waktu yang lalu, tampak berwajah muram dan amat sedih. Sambil berurai air mata ia mengungkapkan setiap kejadian yang menimpa Suku Tanjung Manggopoh dan YTM, kemudian juga berdampak pada Pesantren Nurul Yakin yang selama ini diasuh oleh YTM.

Kesedihan Datuak Bintaro Rajo bukan isapan jempol belaka, karena menurut keterangan yang berhasil dihimpun oleh media ini keadaan YTM sunggu diluar akal sehat. Sejak kejadian 6 September 2017 itu (baca; ) YTM pernah mengajukan pengamanan kepada Polres Agam, Polda Sumatera Barat, tetapi ditolak secara halus.

Baca Juga : Melawan Lupa: YTM Diserang Massa Ormas

Sementara itu, pihak penyerang yang terdiri sebagiannya adalah masyarakat Tanjung Manggopoh yang sudah terhasut oleh PEKAT IB (Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu), terkesan mendapat perlakuan istimewa dan setiap tindak tanduk mereka dikawal oleh personil Polres Agam.

“Setelah kejadian itu, semuanya berserakan; yayasan tidak aktif lagi, para datuak di Suku Tanjung diperiksa dan ditahan, Pesantren Nurul Yakin yang diasuh oleh YTM selama ini sudah tidak kondusif lagi. Beberapa staf pengajar pesantren ada yang mau mengundurkan diri, termasuk garin Masjid Nurul Yakin yang berada dekat dengan pesantren,” ungkap sumber yang tidak mau disebutkan itu, kepada media ini.

Sementara itu, beberapa laporan pihak YTM kepada Polres Agam, nyaris tidak ditanggapi dan/ atau diproses secara berkeadilan oleh Polres Agam. Lebih parahnya lagi, salah seorang security YTM juga ditahan di Polres Agam.

Kejadian ini juga ditanggapi oleh Tim Kuasa Hukum YTM, S. Lumban Gaul,SH,MH, bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar YTM memperoleh keadilan dan kepastian hukum. “Kami dari pihak Tim Kuasa Hukum saat ini melakukan upaya hukum, agar semuanya semakin jelas. Perseolaan YTM sudah perseolaan yang minim keadilan dan harus diwujudkan kepastian hukum. Ini NKRI, hukum adalah Panglima, penegakan hukum harus terlaksana dengan baik,” tegasnya. (Red)

Berita terkait : Setelah Menyerang, Massa Ormas Panen Sepihak Ulayat Suku Tanjung Manggopoh


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *