Di DuGA ANAK ANGKAT NENEK KHALIMAH MENYEROBOT TANAH HAK AHLI WARIS SELUAS 23 Ha.

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Forumnusantaranews.com
Tanah seluas 23 Ha. milik (almarhum) Kakek Amri yang terletak di Kecamatan Tegalsari dan Kecamatan Gambiran, sudah puluhan tahun hingga sekarang masih di kuasai oleh anak angkat dari Nenek Khalimah, Kamis 14 November 2019.

Silsilah keluarga dari
Kakek Amri punya anak dua yaitu mbah Karis sama mbah Khalimah, kalau keluarga mbah Karis mempunyai 7 anak, Abdulah punya anak  2 Kanapi dan Siti Maisaroh, dari Istadi punya 2 anak, Gatot Afandi punya anak 2  Ikhsan Suryadi dan Irwan Suryanto, Srianah punya 12 anak, sedangkan Matdaki punya 4 anak, Cueri punya 2 anak, dan terakhir Suroto gak punya anak.

“Dari pokok Permasalahan Lahan tersebut mbah Khalimah punya anak angkat namanya Badrun tanpa di ketahui identitasnya kurang jelas oleh pihak keluarga”

Kakek Amri mensoal waktu masa hidupnya menurut iksan statusnya Badrun tersebut mengatakan,” Badrun di angkat anak oleh Nenek Khalimah berdasarkan tanpa tertulis di atas hitam putih serta mbah Khalimah sendiri tidak ada koordinasi dari pihak keluarga Almarhum Kakek Amri.katanya ikhsan.

masih kata salah satu ahli waris dari anak Gatot Afandi yaitu Ikhsan Suryadi mengatakan pada awak media, ” jujur mas saya salah satu di antara mereka ahli waris ingin tahu lebih jelas terkait hak waris peninggalan Almarhum Kakek saya ini sebenarnya ada indikasi spikulasi dari pihak Badrun, yang ingin menguasai seluruh tanah waris seluas 23 Ha tanpa konsultasi terlebih dulu pada yang punya hak waris,” ujarnya ikhsan  sedikit kecewa.

Lanjut Ikhsan,” saya terus – terang saja bahwa tanah yang di duga tipu daya oleh Badrun, hingga sampai sekarang menjadi banyak pertanyaan dari mulai tanah petok secara diam – diam Badrun kok bisa menggantikan surat berupa Sertifikat tanah dari BPN (Badan Pertanahan Nadional) tanpa melalui ijin dari pihak keluarga Mbah Amri, maka saya akan menelusuri bila nanti ada suatu kong kalikong antara Badrun dengan oknum BPN,

saya atas nama keluarga yang mewakili dari pihak ahli waris akan saya tuntut sesuai hukum yang berlaku, karena ada ganjalan dugaan pemalsuan tanda tangan yang tertera di BPN atau ada main spikulasi bahwa Sertifikat tanpa di dasari hak yang syah,” tambahnya Ikhsan.

Di sambung oleh Ketua LSM DPC COBRA DAUD DJONI WD mengatakan,” saya menduka kuat adanya konspirasi yang artinya persekongkolan sekelompok orang dalam suatu merencanakan sebuah kejahatan yang di lakukan dengan praktis atau rapi dan sangat di rahasiakan serta pelaku konspirasi di sebut dengan konspirator.

Seperti apa yang di sampaikan oleh Ikhsan menurut sesuai pengakuannya sebagai Ahli waris tanah di lokasi Kecamatan Tegalsari dan Kecamatan Gambiran perlu di kaji ulang mulai awal serta cek kerawangan petok di Desa tersebut, tentunya dari pihak – pihak terkait seperti BPN, pihak Desa setempat juga ahli warisnys bisa duduk bareng untuk berkoordinasi awal kronologisnya dan bilamana perlu saudara Ikhsan bisa melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi dengan bukti – bukti yang ada dan saksi – saksi ahli waris yang syah secara Hukum.

bahwa ahli waris adalah orang yang berhak menerima harta warisan yang di tinggalkan oleh pewaris. Dalam Hukum ahli waris berdasarkan hubungan darah serta perkawinan ahli waris itu wasiat.”tambahnya Djoni.

(amin/team)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *