DI DUGA KADES SADHEH DI BALIK PENYEROBOTAN TANAH , TERANCAM KE RANAH HUKUM

oleh

Belum redah berita yang sempat viral terkait dugaan sabotase pengurusan tanah oleh kepala desa di wilayah kabupaten yang sama yaitu kabupaten Bangkalan,muncul lagi kasus sengketa tanah yang di duga di bekingi oleh sang kepala desa Sadheh kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan Madura,Sebagaimana yang di tuturkan oleh H.Muhdji anggota sebuah ormas PROJO yang ber afiliasi sekaligus sebagai pendukung (PRO JOKOWI ) di kabupaten Bangkalan Menyatakan kecewanya terhadap kepala desa H.Mahhud yang notabeni baru menjabat satu periode untuk desa Sadheh,kekecewaan aktivis dan tokoh masyarakat abah Muhdji biasa di panggil oleh lingkungannya menuturkan kepada wartawan media forum nusantara group di kediamannya,” Bahwa tidak seharusnya seorang kepala desa melakukan kebijakan yang diskriminatif (membeda bedakan ) pelayanan publik,sesuai dengan selera yang bisa menguntungkan penguasa desa setempat,kepala desa sebagai pelayan masyarakat harus dapat memberikan pelayanan prima dengan azas layanan yang adil,sehingga tidak perlu ada warga merasa di dholimi oleh kepala desa Sadheh,sebagaimana kedholiman itu di rasakan oleh keluarga Bu Syariah ahli waris dari bapak syuriah Kiman warga Desa Sadheh Kecamatan Galis,ujar Muhdji,pasalnya bahwa ibu Syuhriah sebagai waris dari luas bidang tanah lebih kurang 6 hektar dari bukti kepemilikan berupa Kohir nomor 258 pindah ke kohir 157saat ini di duga di serobot oleh warga desa yang sama dengan nama pak Suni, anehnya dalam dugaan penyerobotan sebagian bidang tanah yang luasnya enam hektar tersebut ada indikasi di balik penyerobotan tanah tersebut ada kepala desa setempat,untuk itu PROJO akan merekomindasikan pihak waris untuk membawa keranah hukum,baik Pidana maupun Perdata,tentunya saya harus kordinasi dulu kepada keluarga waris,ungkapnya,saat wartawan media forum nusantara group bersama anggota ormas PROJO mencoba melakukan konfirmasi kepada kepala desa Sadheh H.Mahhud beberapa hari lalu ia tidak ada di tempat,( TIM )