DIDUGA, AKIBAT PENAMBANGAN PASIR ILEGAL TERJADI LONGSOR DI DESA KEBONAGUNG

oleh
Gambar : Lonsor di desa Kebon Agung
Gambar : Lonsor di desa Kebon Agung diperkirakan lebar 3 meter dan panjang 10 meter
Gambar Ilustrasi : Pintu Masuk Terkena longsor

Bojonegoro, FN : Diduga akibat kegiatan tambang pasir ilegal yang sudah lama beroperasi di bantaran Sungai Bengawan Solo, merusak ekosistem Sungai Bengawan Solo dan menyebabkan longsor dengan atensi lebar 3 meter dan panjang 10 meter  di Desa Kebon Agung Kecamatan Padangan Bojonegoro, Jawa Timur.

Gambar Ilustrasi : Lokasi aktivitas Penambangan Pasir Ilegal

Ada beberapa titik lokasi aktivitas Penambangan Pasir yang ditambang secara manual di Bengawan Solo ini, diangkut menggunakan perahu dan kemudian disedot menggunakan pompa diesel untuk mencapai daratan, kemudian pasir diletakkan dengan memanfaatkan pelataran dan bibir sungai yang memang rawan longsor.

“Para penambang pasir ini, tidak memikirkan dampak yang nanti akan ditimbulkan akibat penyedotan pasir di Bengawan Solo. Saat ini saja, tanggul atau tepi bengawan sudah nampak ada retakan,” kata salah seorang warga yang rumahnya terkena Lonsong  kepada awak media, Sabtu (30/6/2018).

Dikatakan pula bahwa sampai saat ini belum dilakukan perbaikan yang signifikan dari pihak berwenang, sementara rumahnya tidak mendapat konpensasi dari pihak penambang untuk perbaikan.” Kami resah mas jika lonsor ini semakin melebar.”keluhnya.

Diakui pula, bahwa perbaikan dilakukan gotong royong oleh warga bersama aparat pemerintah desa,“ Namun itu kan gak maksimal toh mas ?”.

Pendapat berbeda datang dari Pak Nurhasyim, bahwa tipis kemungkinan longsor terjadi disebabkan penambangan pasir, tapi karena adanya faktor alam.

” Wajar toh mas, kikisan air bengawan Solo sewaktu-waktu bisa saja merubah ekosistem alam, derasnya air dari hulu saat hujan deras menyebabkan adanya longsor, resikonya begitu kalau kita tinggal dipinggir sungai,” kata  Pak Nurhasyim petugas P3N kantor KUA Kecamatan Padangan.

Gambar Ilustrasi: keluar masuk Truck pengangkut Pasir

Dikatakan pula bahwa dari Pemerintah Kabuputen sudah pernah datang meninjau longsor tersebut dan akan dilakukan perbaikan.”Dan perbaikan itu ditunda sementara, mengingat tempat kejadian longsor bukan termasuk arealnya, sehingga dana yang ada akhirnya dialihkan ke daerah lain.”ungkapnya.

Senada dengan keterangan Kepala Desa Kebon Agung.Abu Ali saat dilakukan konfirmasi di kediamannya, Kamis, 05/07/2018, membenarkan adanya longsor di desanya,  dan peninjauan dari Pihak Bojonegoro. Menurutnya dana yang ada sebenarnya bukan umtuk perbaikan longsor di Sungai Bengawan Solo.

“Maka dana dialihkan ke daerah lain, sementara untuk perbaikan longsor penanganannya masih dalam proses, diharapkan untuk semua pihak bersabar,’kata Abu Ali saat ditemui di kediamannya.(Antok)

 

 

 

Pemberitaan oleh    :  Antok A.

Editor                        :  Wartawan Forum Nusantara


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *