DIDUGA, KEPALA DESA KALI SUMBER LASRINI KUMI HAYUN MELANGGAR PASAL UUD.RI NO. 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS

oleh

Kades Kaisumber LASRINI KUMI HAYUN

Bojonegoro, Kepala Desa Kali Sumber Lasrini Kumi Hayun nampaknya perlu belajar memahami tugas jurnalis. Selasa, 26 Juli 2016 Awak Media, berkunjung ke Balai Desa Kali Sumber, sayangnya tidak ditemukan perangkat desa atau staf di kantornya, tujuannya untuk menggali informasi terkait perkembangan pelaksanaan pembangunan Desa,terkait dengan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD), dimana beberapa bulan yang lalu telah diturunkan pencariannya oleh Pemerintah Pusat melalui Pemkab Bojonegoro.

Jam 15.00 wib akhirnya awak media bersama dengan salah seorang wartawan senior terbitan Bojonegoro, memutuskan menuju rumah Kepala Desa Kali Sumber.Namun kali ini Awak Media hanya sendirian bertandang ke rumah sang Kepala Desa Kali Sumber.Tidak ikut sertanya Wartawan senior teman dalam perjalanan tersebut karena kebetulan ada halangan.Dengan sopan Awak Media mengucapkan salam kepada sang Kepala Desa.

Awak Media sebagai media baru masuk di wilayah Bojonegoro memperkenalkan diri dan memberikan contoh medianya.Entah sebab apa, rupanya Lasrini Kumi Hayun Kepala Desa Kali Sumber sama sekali tidak memberikan respons, bahkan dia enggan menjawab  setiap pertanyaan yang dilontarkan Awak Media kepadanya. Lasrini Kumi Hayun dingin, sepatah katapun tidak menjawabnya

Awak Media dengan sopan dan sabar tetap berusaha mengajaknya melakukan komunikasi.Dan agar suasana tidak beku Awak Media memberikan contoh media kepadanya,dengan berat dia mengambil Koran Awak Media tapi hanya meremas remasnya.Walaupun Awak Media merasa dilecehkan, tetap sabar menghadapi bu Kades ini.Dan iseng iseng Awak Media menanyakan Kantor Kepala Desa yang masih kelihatan bagus itu.”Bu, Kantor Desanya bagus ya bu?”kata Awak Media membuka kebekuan suasana.” Seperti sampean lihat sendiri, gimana sih mas?”jawabnya dengan nada ketus.

Entah apa yang difikirkan bu Kades pada saat itu, diduga mungkinkah Lasrini Kumi Hayun selaku Kades, menganggap wartawan itu, pengemis .., sehingga ’alergi’ menghadapi rekan kulitinta, diduga keinginannya untuk kotak katik secara bebas terkait kucuran dana DD/ADD, merasa terganggu. “Dan ini perlu di curigai, “celoteh rekan rekan wartawan ketika FN menceritakannya peristiwa ini.

Seharusnya Lasrini Kumi Hayun selaku Kepala Desa tidak berperangai layaknya kanak kanak, perilaku secara profesionalis dibidangnya, seperti, pelayanan sesuai proporsinya terhadap orang yang bertamu, termasuk kami rekan rekan wartawan sebagai mitra, walaupun sikap penolakan terhadap apa yang diajukan atau yang ditawarkan dengan cara normatif, bukan dengan nada arogansi, mengingat sesama saling menghargai sesuai profesi masing masing berdasarkan tuntunan akhlak bermoralitas selaku Kepala Desa yang berleadership di lingkupnya

Atas kejadian (26/07) tersebut segenap wartawan akan terus memantau dan akan melaporkannya kepada Pihak terkait atas sikap dugaan pelecehan atau penghinaan profesi, juga perbuatan tidak menyenangkan pada pengemban ke lembagaan pers sesuai yang tertuang pada pasal Undang undang RI No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Maka patut  diduga, telah melakukan dugaan melanggar hukum pidana pasal 310, 315, 316 tentang penghinaan kinerja wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistik

Usut punya usut tiga hari setelah dari kejadian tersebut (Jumat,29/07/16) Awak Media secara tidak sengaja bertemu dengan sang Kades di kantor Kecamatan Tambakrejo.secara kebetulan pula kami bersama dengan beberapa wartawan lainnya.Dan mendapatkan informasi, bahwa sang Kades diduga telah memungut biaya Rp.250.000 pada warganya setiap pengambilan berkas syarat pernikahan yang akan diajukan ke Kantor Urusan Agama.Padahal, menurut nara sumber yang tidak mau disebutkan namanya Bupati Bojonegoro tidak membolehkan baik dengan sengaja atau tidak sengaja  memungut biaya apapun untuk persyaratan Pernikahan dan Blanko E KTP kepada warganya.Buru –buru Awak Media mengambil foto Lasrini Kumi Hayun. Diduga, memang patut dicurigai saat diambil gambarnya, ia membuang muka.Sayangnya, karena pada saat itu waktu berbarengan dengan shalat jumat, Awak Media tidak sempat konfirmasi.setelah Shalat Jumat sang Kades Kali Sumber sudah tidak ditemui di kantor kecamatan Tambakrejo.(Nurwahyudi/Ajas)