Diduga Langgar UU Kedokteran,Kinerja dr.Totok Disorot Pemerhati Kesehatan.

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

RS Graha Sehat Kraksaan Probolinggo

Probolinggo, FN- Kebutuhan tenaga kesehatan yang cenderung tidak ada putusnya. Hal ini yang menjadi acuan tenaga medis sekelas dokter untuk melakukan praktek layanan kesehatan pada setiap waktu, meski kadang ruang gerak tenaga dokter diatur dalam Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan dan UU nomor 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran.
Diakui atau tidak selama ini masih banyak tenaga dokter yang melanggar Undang undang yang dimaksud. Disebutkan terkait kegiatan praktek seorang dokter bila mengacu pada UU nomor 29 tahun 2004 yang mengatur aktifitas praktek hanya direkomendasikan 3 tempat termasuk praktek layanan kesehatab dirumah. Namun aturan tersebut seolah tidak mempunyai kekuatan, mengingat banyak tenaga dokter melakukan aktifitas dilebih dari tiga tempat.
Seperti sorotan pemerhati kesehatan terhadap dr Totok Mardiyanto Sp.B, salah satu dokter spesialis bedah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Pasalnya dokter ini disinyalir melakukan tindakan mengabaikan aturan kedokteran, mengingat dokter yang satu ini cenderung tidak mengedepankan tindakan medis terhadap pasien ke RS terdekat. Dengan spesialisasinya, justru dokter Totok selalu mengarahkan pasien dalam tindakan medis ke tempat prakteknya yang tidak terlalu jauh dengan RS. Bahkan isu yang beredar menyebutkan jika dokter ini kerap berada di tempat prakteknya disaat jam kerja dinas di RSUD masih belum berjalan.
Selain membuka usaha praktek kesehatan dirumahnya, pria yang mengambil spesialis bedah ini juga menjalanan tugas layanan di RS Graha Sehat, RS Aisyah, Klinik Rinjani dan bertugas rutin di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Setiap dokter praktek wajib mempunyai ijin dan ijin sebanyak banyaknya tiga ijin praktek. Jika melebihi ketentuan menurut UU praktek kedokteran pasal 37 terlebih mempunyai lima tempat praktek, jadi diduga yang dua illegal. Ada sanksi yang mengatur atas pelenggaran terhadap UU kedokteran tersebut.Ujar Drs Arman Kacung SH, pemerhati kesehatan di wilayah Probolinggo seperti disampaikan pada Forum Nusantara.
Sementara dr Totok Mardiyanto Sp.B saat dikonfirmasi terkait hal tersebut menjelaskan bahwa semua yang dilakukan terbentur kebutuhan Anak saya masih kuliah, jadi perlu biaya.Ujarnya singkat. (Tim)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *