Dinyatakan Bersalah Henry J Gunawan Dijatuhi Hukuman 2 Tahun 6 Bulan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Persidangan Henry J Gunawan/dok. Ist

SURABAYA (FN News.com) — Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 2 tahun 6 bulan penjara pada terdakwa penipuan dan penggelapan Henry J Gunawan alias Cen Liang, Kamis (4/10/18).

Majelis hakim menilai, terdakwa telah menjanjikan kepemilikan kios berupa strata title pada para pedagang pasar Turi, padahal yang berhak menerbitkan strata title adalah kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dalam pertimbangannya, majelis hakim juga menolak semua alasan pembenar dan pembelaan dari kuasa hukum terdakwa yang sebelumnya menyatakan bahwa perkara ini merupakan perkara perdata.

Majelis menyatakan, perbuatan Henry adalah murni perbuatan pidana.

Perbuatan Henry dinilai hakim telah memenuhi unsur menguntungkan diri sendiri dengan rangkain kebohongan sesuai pasal 378 KUHP.

Majelis hakim Menimbang, sesuai pasal 193 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terdakwa harus dijatuhi hukuman pidana.

” Perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat khususnya pedagang pasar Turi, Mengadili menyatakan perbuatan terdakwa Henry J Gunawan terbukti secara sah melakukan tindak pidana penipuan, menjatuhkan pidana selama 2 tahun 6 bulan, ” Ucap Ketua Majelis Hakim Rokhmat, membacakan amar putusannya.

Vonis majelis hakim itu diamini oleh para pedagang pasar Turi yang sejak pagi menggelar aksi demo di depan gedung pengadilan negeri Surabaya.

Massa aksi lantang meneriakkan Henry J Gunawan adalah ” Penipu”. Kata penipu terus diulang-ulang oleh massa hingga mereka membubarkan diri pada pukul 13:00 WIB.

Dalam kasus ini, Henry J Gunawan, yang juga disebut sebagai bos PT Gala Bumi Perkasa, didakwa pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan pasal 372 tentang Penggelapan.

Perbuatan terdakwa Henry disebut merugikan pedagang Pasar Turi dengan total kerugian lebih dari Rp 1 miliar.

Kasus ini mencuat setelah pedagang Pasar Turi melaporkan Henry ke Polda Jatim pada Januari 2015. Mabes Polri lalu mengambil alih kasus tersebut.

Dalam laporan pedagang, Henry dilaporkan karena memungut Bea Perolehan Hak atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB) atas kios pedagang Pasar Turi Surabaya.

Sementara sampai saat ini, para pedagang belum menerima sertifikat hak milik yang dijanjikan terdakwa.@ [Jun]


Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *