DISKES SUMENEP LAKUKAN UPAYA MENGURANGI ANGKA KEMATIAN

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Sumenep FN: Dinas Kesehatan Kab. Sumenep mengadakan Forum Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi terpadu guna untuk meng- up date ulang dalam rangka mengurangi kasus angka kematian di Sumenep yang bertempat di Hotel Sumekar, (26/4).

Acara yang dihadiri langsung oleh Narasumber Dinkes Provinsi Jatim, Donkter Puskesmas, Perawat, Bidan, pun  Kabid  Kesehatan Masyarakat ( Kesmas )  Diskes Sumenep, Kusmawati Herman, S.ST,  hendak membicarakan soal pengurangan kasus angka kematian, yang diikuti oleh stake holder Diskes untuk mencari solusi tepat, sekalipun kasus kematian sangat sedikit yang terjadi.

Menurut Kusmiati, bahwa kasus kematian di tahun ini hanya ada dua orang. ” Kami bersama rekan rekan yang terdiri dari Bidan, SPUP, SPA dan lainnya hendak mencari penyebab kematian tersebut. Kemudian kami mencari solusinya, agar tingkat kasus kematian di tahun berikutnya bisa berkurang.” Ungkap Ibu Kus, sapaan banyak orang.

Kasus kematian tidak cuma terjadi di kota, melainkan hingga kepelosok desa, ada kasus kematian. ” Kasus kematian yang terjadi di pelosok desa, kami cari bersama para Bidan dan Kepala Puskesmas, hingga penyebab kematian itu ditemukan. Selanjutnya kami bekerja sama dengan Diskes, SPUP dan SPA  untuk mengani dan mencari solusi, agar kasus kematian tidak terulang lagi.” Ujarnya terinci.

Langkah yang dilakukan dalam pertemuan ini, adalah untuk mengingat dan meng up date ulang keilmuan yang dimiliki oleh stake holder Diskes. Karena banyak upaya yang harus dilakukan dalam penanganan kasus kematian. Seperti, -menurut pengakuan Kusmiati-, menangani gizi buruk, AMP terpadu, ANC terpadu, Jam Persal dan lainnya, sebagai rasa antisipasi semua pihak,agar kematian hari demi hari semakin berkurang.

Selain itu, pihaknya senantiasa sharing dengan pihak lembaga pendidikan, dan pesantren, turun secara bersamaan untuk meneliti keberadaan kesehatan anak didik.

” Seperti kasus stunting, kami tangani, kalau tidak,  akan membahayakan terhadap anak. Penanganan ini, mesti ditangani sejak masih remaja.” Bilang Ibu Kus.

” Yang sangat rentan mas, masalah TBC. Penyakit ini sangat mudah menular pada anak anak, kadang langsung pilex, demam dan lainnya, sehingga anak mudah tertular. Oleh karenanya, kami tangani bersama dengan melakukan pendekatan langsung di tengah tengah masyatakat.” Sambung Bu Kus.

Saat ditanya soal optimismenya, Kusmiyati mengakui,  bahwa langkah yang dilakukan itu bisa dibilang  sukses.

Pun Juga berharap , ”  mudah mudahan tidak ada kendala yang cukup signifikan dalam penanganan kasus kematian. (Sim)

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *