Disnaker Sumenep Upayakan UMK Tersalurkan Tepat Guna

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Sumenep FN, Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para karyawan perusahaan yang ada di Kab.Sumenep, Kadisnaker, Muhammad Syahrial dalam pertemuan dengan para karyawan perusahaan di Hotel Utami (4/12), melalui Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Ach. Kamarul Alam, menegaskan bahwa, bagi setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Sumenep diwajibkan membayar Upah Minimum Kabupaten ( UMK), yang telah disepakati dan ditetapkan oleh Gubenur Jatim senilai 1.954.705, 75 untuk Kab. Sumenep.

Di mana dalam penyampaian tersebut, seluruh perusahaan kecil, menengah dan besar sekitar 685 perusahaan   bisa membayar sesuai skala upah yang ditetapkan.

” Upah tersebut tidak bisa dikurangi, karena termasuk dari kewajiban pengusaha membayar upah terhadap karyawannya.” Tutur Alam tegas.

Peningkatan kesejahteraan para karyawan perusahaan tolok ukur dari pantauan perusahaan. Jika perusahaan mampu membayar upah bagi karyawannya, mesti perusahaan tersebut terkategori perusahaan yang berjalan. Laju perkembangan perusahaan bisa diukur dengan kelancaran pembayaran upah pada segenap karyawan.

” Di sini ada sekitar 17 perusahaan besar, dan seluruh karyawannya setia menjalankan tugas untuk menggerak  lajukan perusahaan kedepan. Hal tersebut tertanggulangi karena kesejahteraan para karyawannya terpenuhi setiap hari ketetapan hitungan pembayaran upahnya.”

” Jika tersendat tidak menutup kemungkinan perusahaan tersebut tenggelam.” Tambah Alam.

Saat ditanya soal suksesi kedepan, dari semua perusahaan yang ada di Kab. Sumenep, Alam optimis akan laju pesat, sebab dirinya besama rekan rekan, mengawal pun turun langsung ke areal perusahaan yang di kabupaten.

“Semoga tidak ada kendala!”Imbuhnya.

Juga Alam akan terus menyurvie mulai Februari 2020, tentang realisasi UMK ke masing masing karyawan di setiap perusahaan, sampai dan tidaknya UMK kepada mereka.

“Kenapa kami harus Turba? Sebab UMK turun langsung kepada perusahaan melalui rekening bank. Oleh karenanya kami harus mengetahui, sampai atau tidak pada karyawan.” Bilang Alam semangat.

Hal tersebut berlaku sejak 1 Januari 2020, selaras ketentuan yang ditetapkan Gubenur Jatim. (Sim) 

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *