DPD KNPI KOTA DUMAI Ambil Sikap Agar Pertamina UP II Dumai Membuka Cagar Budaya Situs Putri Tujuh.

oleh

Dumai, ForumNusantaraNews.comMasyarakat Kota Dumai, Riau serta Pemuda akan selalu mengharapkan kepada pihak Pertamina up II Dumai, Riau untuk situs Putri Tujuh yang berada dalam kilang Pertamina Dumai agar dibuka untuk masyarakat umum, sabtu (13/11/2017).

Situs Putri Tujuh adalah suatu lagenda sejarah kota Dumai, Riau yang semakin lama cerita nya semakin sudah punah atau menghilang karena kurangnya publikasi cerita sejarahnya ke masyarakat Dumai Khususnya.

Semenjak ditutupnya situs putri tujuh oleh pihak Pertamina, masyarakat Dumai sama sekali tidak dapat berziarah di situs Putri Tujuh, hampir mayoritas masyarakat Dumai, Riau belum pernah melihat situs Putri Tujuh yang berada di dalam kilang.

Beberapa bulan yang lalu awak media pernah meminta pandangan kepada anggota DPRD kota Dumai, Tokoh Masyarakat, Dinas Pariwisata, serta Tokoh Pemuda Kota Dumai, Riau, mengenai keinginan masyarakat Dumai untuk situs Putri Tujuh di buka untuk umum, hampir semua Mendukung untuk dicarikan solusinya duduk bersama pihak Pertamina UP II Dumai, Riau.

Guspian, ketua harian DPD KNPI Kota Dumai beserta Pengurus juga sudah mengirim surat Permohonan untuk situs Putri Tujuh dibuka untuk Masyarakat umum, namun Hingga Saat ini pihak Pertamina Dumai belum dibalas dan keterangan dari pihak Pertamina Niko ketika dikonfirmasi awak Media beberapa bulan yang lalu melalui via seluler mengatakan masih dibahas di internal.

”Kita sangat berharap kepada Pertamina UP II Dumai, Riau untuk mendiskusikan tentang situs Putri Tujuh dengan Pemerintah Dumai, melalui Satker, DPRD Kota Dumai, Lembaga Adat Melayu Kota Dumai, Alim Ulama Kota Dumai, Tokoh Masyarakat Kota Dumai, Tokoh Pemuda Kota Dumai, Riau, Se-Mahasiswa Kota Dumai, Riau” ujarnya.

Tertuang di dalam Undang-Undang No 11 Tahun 2010  tentang Cagar Budaya Bab 1 pasal 1. Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.