Dua Komplotan Jambret Yang Masih Berstatus Pelajar Ini Dijatuhi Hukuman 2, 8 Tahun Penjara

oleh
Dua Terpidana kasus pencurian dengan pemberatan ditemani kuasa hukumnya (Fariji) digiring ke ruang tahanan PN Surabaya,25/6/18/dok. Junaedi. FN
Dua Terpidana kasus pencurian dengan pemberatan ditemani kuasa hukumnya (Fariji) digiring ke ruang tahanan PN Surabaya,25/6/18/dok. Junaedi. FN

Forum Nusantara – Dani Putra Aliansyah (18) dan Oki Galih Prakoso (16) dijatuhi hukuman 2 tahun 8 bulan penjara oleh ketua majelis hakim Hisbullah atas tindak pidana pencurian dengan pemberatan di Pengadilan Negeri Surabaya (24/6/18).

Hakim memerintahkan jaksa untuk menempatkan kedua terpidana menjalani hukuman di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Blitar, Jawatimur.

Sidang yang digelar secara tertutup tersebut menyatakan kedua terdakwa yang masih berstatus pelajar ini terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sesuai pasal 365 ayat (2) Jo Undang-Undang Nomer 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Irene Ulfa dari kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan tuntutan selama 4 tahun hukuman penjara.

Dikesempatan yang sama, kuasa hukum kedua terpidana yakni Fariji, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak, mengaku menerima atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim, dan menyatakan tidak akan menempuh upaya hukum yang lebih tinggi atau banding paska pembacaan putusan itu.

” Tidak banding, karena hukumannya sudah 2/3 dan tuntutan JPU” Singkat Fariji seusai menjalani sidang putusan di PN Surabaya (25/6/18).

Hal-hal yang meringankan menurut Fariji, kedua terpidana tersebut sebelumnya belum pernah melakukan tindak pidana kejahatan, serta barang hasil rampasan yang belum sempat dinikmati oleh keduanya.

Sedangkan hal-hal yang memberatkan, kedua terpidana membekali dirinya dengan senjata tajam berupa Clurit untuk menakuti para korban saat melakukan aksi pencuriannya.

Dalam menjalankan aksi pencurian itu, kedua terpidana dibantu oleh dua orang rekan mereka yang bernama Ravly Kalingga Ratno Ibra Azhari dan seorang yang dikenal dengan sebutan bebek, (Berkas Penuntutan Terpisah,red).

Keempat orang itu melakukan penjambretan di jalan Ir H, Soekarno, Surabaya, Pada 10 Desember 2017 silam. Adapun korbannya ialah Sintya Ferial Ningsih yang saat itu berboncengan motor dengan Endang Andayani.

Oki dan Dani berperan sebagi pengawas sekaligus bertugas untuk membuntuti calon korban, saat berada ditempat yang sepi keduanya memepet calon korbannya.

Sedangkan Ravly bertugas sebagai eksekutor ia menakuti calon korbannya dengan cara mengacungkan clurit yang ia bawa bersama dengan bebek.

Korban yang saat itu panik dan takut akibat teriakan dan acungan clurit dari Ravly akirnya menghentikan laju motor dan menyerahkan sebuah tas yang ia bawa pada Ravly dan Bebek.@Jun


Related Post