Menu Click to open Menus
Home » Daerah » Dua Lembaga Bantuan Hukum di Madura Bakal “Duel” dalam Kasus Perseteruan Wartawan vs RSI Garam Kalianget

Dua Lembaga Bantuan Hukum di Madura Bakal “Duel” dalam Kasus Perseteruan Wartawan vs RSI Garam Kalianget

(42 Views) Agustus 7, 2019 1:55 am | Published by | No comment

ket gambar : dua lembaga bakal “duel”

Sumenep-FN. Perseteruan antara oknum wartawan vs Rumah Sakit Islam Kalianget di Sumenep beberapa hari lalu akan semakin meruncing. Pasalnya, setelah keduanya sama-sama melaporkan kasusnya ke Kepolisian Resort Sumenep, dua organisasi bantuan hukum yakni Peradi vs YLBH Madura sama-sama akan pasang badan dalam kasus tersebut.

Peradi Madura melaporkan kasus tersebut atas dasar dugaan pencemaran nama baik dan juga pelanggaran Undang-undang ITE. Yang diduga dilakukan oknum wartawan Media Online. Sementara Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YBLH) Madura menyatakan sikap untuk mendampingi oknum wartawan bernama Erfandi salah seorang wartawan online yang melaporkan dugaan kekerasan oknum petugas RSIGK.

“YLBH Madura, dalam waktu dekat akan membuat petisi serta mengambil tindakan advokasi dan pendampingan terhadap korban,” kata Kurniadi, Pembina YLBH Madura

Menurutnya, peristiwa kekerasan yang menimpa Erfandi pada 29 Juli 2019 di Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget itu sangat tidak etis. Karena saat itu Erfandi sedang menjalankan tugasnya sebagai jurnalis.

“Perbuatan yang dilakukan oleh pihak RSI tersebut, selaku badan usaha yang menyelenggarakan Pelayanan Publik, merupakan perbuatan yang tidak pantas. Jika dibiarkan, maka itu berbahaya bagi kehidupan demokrasi dan kebebasan pers dan tindakan pegawai RSI itu sudah masuk pada tindak pidana pers,” jelasnya.

Pihaknya meminta Polres untuk memproses laporan yang disampaukan Erfandi dengan nomor: LP/112/VII/2019/Jatim/Res Smp, tertanggal 31 Juli 2019. “Ini biat ada efek jera, maka bagi si pelaku atau oknum pejabat RSI tersebut haruslah diproses secara pidana berdasarkan ketentuan UU Pers, dan dapat dihukum seberat-beratnya,” tegasnya.

Sementara, Ketua Peradi Madura Syafrawi mengaku siap untuk melakukan pendampingan hukum dipihak RSI. “Kami siap pasang badan untuk pelapor, yakni pihak RSI,” kata Syafrawi.

Dalam kasus ini kata Syafrawi, oknum wartawan dinilai telah melewati batas kewajaran dan melanggar kode etik di RSI. “Jurnalis juga dilindungi Undang-undang dan punya Kode Etik. RSI juga begitu, ada kode etiknya,” jelasnya.

Lebih-lebih kata dia, banyak tempat di RSI yang sembarang orang mengetahui, termasuk wartawan. Salah satunya prihal yang menyangkut privasi pasien. Meskipun begitu, dirinya selaku Ketua Peradi Madura menyatakan siap untuk menjembatani kedua belah pihak.

“Kami siap menjembatani kedua belah pihak untuk mencari solusi terbaik kedepan. Sehingga kedua belah pihak sama-sama merasa tidak dirugikan,” tegasnya.

Untuk diketahui, pihak RSI melaporkan oknum wartawan ke Mapolres Sumenep, Senin, 5 Agustus 2019. Yang laporan pengaduannya ber nomor 00178/PG/RSIGK/LEGAL/VIII/2019 disampaikan oleh Rausi Samorano selaku Kepala Satuan Pengawasan Internal Rumah Sakit Islam Garam Kalianget (RSIGK) dan diterima oleh Bagian Pidker Polres Sumenep.

Kata Rausi Samorano laporan itu disampaikan karena oknum wartawan media online tersebut diduga telah mencemarkan nama baik institusi.

“Dalam berita yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, bahkan oknum wartawan menulis RSIGK sebagai sarang preman tanpa ada konfirmasi pada pihak manajemen. Kami juga melaporkan dugaan pelanggaran UU ITE,” tegasnya. (lan/Al)


Related Post

No comment for Dua Lembaga Bantuan Hukum di Madura Bakal “Duel” dalam Kasus Perseteruan Wartawan vs RSI Garam Kalianget

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *