Fadel: 4 Pilar Kebangsaan Harus Terus Digaungkan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

GORONTALO FN News – Anggota MPR RI Fraksi Golkar Dr. H. Fadel Muhammad, gencar menyosialisasi empat pilar kebangsaan. Satu di antaranya, Sosialisasi yang digelar di Kota Gorontalo baru-baru imi.

Tujuan sosialisasi ini adalah menggali kembali nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agar dapat dipahami secara utuh, menyeluruh dan berkelanjutan. Kegiatan ini nantinya diharapkan bisa menjadi dasar dalam mewujudkan visi dan misi Indonesia ke depan lebih maju dan bermartabat.

“MPR RI sebagai salah satu lembaga tinggi negara memiliki tugas penting selain tugas pokok sebagai legislatif, yakni mengawal empat pilar kebangsaan agar menjadi pemahaman utuh bagi semua elemen masyarakat,” ungkap Fadel.

Menurut dia, keempat pilar itu adalah Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika. Lebih jelasnya, pentingnya akan pemahaman empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila sebagai ideologi kenegaraan, undang-undang sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai motto kehidupan berbangsa.

“Salah satu pengamalannya adalah bahwa masyarakat Indonesia harus berketuhanan dan beragama, dan mengamalkannya sesuai dengan tuntutan agama yang dianutnya. Tidak termasuk berpancasila kalau ada warga masyarakat yang tidak beragama,” tegasnya

Fadel menilai, toleransi antarwarga negara Indonesia baik menyangkut perbedaan agama, suku dan golongan merupakan bagian penting dari pilar kebangsaan. Dengan motto Bhineka Tunggal Ika. “Kita sudah bersepakat membangun Indonesia tanpa mempermasalahkan perbedaan yang ada. Kesampingkan perbedaan agama, ras, suku bangsa. Lalu kedepankan persamaan untuk tujuan membangun Indonesia,” paparnya.

Gubernur Gorontalo 2 periode ini mengharapkan agar empat pilar kebangsaan bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Artinya, sosialisasi empat pilar harus lebih digaungkan kembali ditengah munculnya isu-isu intoleransi dan kekhawatiran lahirnya komunis. “Dengan sosialisasi yang masif, Insya Allah secara bertahap masyarakat akan semakin dewasa dan waspada,” tutupnya


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *