Prof Fadel: Perekonomian Indonesia Belum Senafas Dengan Sila Ke 5

oleh

 

GORONTALO FN News – Anggota DPR/RI, Prof. Dr. Fadel Muhammad, mengatakan Sila ke 5 dalam Pancasila menjadi dasar dari  hak-hak sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila ini, berusaha menjamin bahwa setiap individu Indonesia berhak memperoleh kesejahteraan yang berkeadilan, pembangunan, dan pendidikan yang merata.

Sayangnya menurut Fadel, cita-cita mulia dari sila ini seperti terlalu mustahil untuk diwujudkan sepenuhnya. Kesenjangan sosial antarmasyarakat masih sangat tinggi.

“Perekonomian Indonesia hanya dikuasai oleh segelintir orang-orang kaya, umumnya pengusaha yang berkongsi dengan penguasa,” ungkapnya dihadapan Mahasiswa saat mengsosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Kota Gorontalo, (3/9).

Mantan Menteri di era Presiden SBY yang kerap getol menolak kebijakan impor, seperti garam ini menuturkan, Produk Domestik Bruto Indonesia misalnya, 50 persen disumbang oleh tak lebih dari 0,1 persen pengusaha besar, sementara 50 % sisanya disumbang oleh Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah yang menjadi pilar ekonomi rakyat yang jumlahnya 99,9 persen dari total pengusaha.

“Jadi tanggapan saya soal perekonomian Indonesia dilihat dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, jawabannya, belum sesuai dengan sila ke V keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, karena perbedaan antara orang kaya dan miskin cukup besar, modal dikuasai hanya sebagian orang, kebutuhan pangan masih diimpor, padahal Indonesia adalah Negara agraria,” terang Fadel.