FPI Tepati Janji,Saat Di Antar Ke Mapolda Riau Penghina Ustad Somad Tak Lecet Satupun

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

 

 

 

 

 

 

 

PEKANBARU|FORUMNUSANTARANESW.COM.COM-Joni Boyok yang menghina Ustaz Abdul Somad dengan sebutan keturuanan ‘Dajjal’ hanya bisa pasrah dan tertunduk lesu ketika diintrogasi di markas FPI.

 

 

Meskipun telah menghina ulama  perlakuan baik masih diterima Joni Boyok.Padahal warga Riau sudah kesal dan siap berbuat haldiluar kendali terhadap dirinya, namun jiwanya masih ditolong ormas Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekanbaru.

 

Selama berada di Markas FPI sampai diantar ke Mapolda Riau, meskipun rautmukanya terlihat kusut, kondisi Joni Boyok tetap bugar dan tak berubah menjadi ‘Joni Bonyok’.

“Kita pastikan dia aman dan tak lecet sedikitpun,” ujar Ketua FPI Kota Pekanbaru Husnie Thamrin saat dikonfirmasi.

 

Sesampanya di Mapolda Riau,Joni Boyok pun mengakui kesalahannya. Ia berdalih saat membuat tulisan di akun facebooknya, mengaku sedang kalut karena urusan rumah tangganya.

Lalu kenapa urusan rumah tangganya dilampiaskan ke Ustaz Abdul Somad?

Ia pun akhirnya membuka mulut. Ternyata soal urusan rumah tangga bukanlah hal utama alasan dirinya sampai menghina UAS.

 

JB mengakui kalau ternyata dirinya memang tidak paham soal agama. Ia juga mengaku dirinya membuat status tersebut karena dirinya salah mentafsir ceramah Ustadz Abdul Somad di media sosial. “Saya awalnya melihat ceramah UAS di rumah teman, UAS mengatakan pada zaman dahulu kala air yang memabukan itu hasil dari permentasi buah-buahan. Saya merasa salah tanggap atas ceramah tersebut,” ucap Joni.

 

Dirinya mengaku tidak suka melihat foto UAS yang dikirim oleh temannya di aplikasi messenger miliknya. “Saya melihat messenger hp saya, UAS berfoto dengan teman-temannya dibawah gapura sebuah masjid bertulisan jogjakarta 1996 dengan wajah yang tidak bersahabat. Jadi itulah alasan awalnya saya membuat postingan tersebut,” akunya.

 

Sebelumnya diberitakan di GoRiau.com, diantar FPI Pekanbaru ke Mapolda Riau, guna menghindari amukan massa. JB dan FPI diterima oleh unit kriminal khusus (Krimsus).

 

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan dalam keterangannya,pelaku sudah diserahkan FPI ke Krimsus.

Menurutnya, pelaku mengakui perbuatanya dan bertindak kooperatif. “Pelaku datang ke FPI, lalu diantar ke Krimsus. Disini, pelaku bersikap kooperatif dan mengakui perbuatannya. Alasan dia melakukan itu karena sedang kalut oleh masalah rumah tangga,” terang Sunarto.

 

Terkait pasal apa yang akan menjerat pelaku sebagai ganjaran atas perbuatannya, Sunarto menjelaskan harus ada pihak yang melaporkan terlebih dahulu. Menunggu hal itu, pelaku belum dapat ditetapkan sebagai tersangka dan masih hanya diamankan. “Harus ada pelapornya dulu,” ujar Sunarto.

 

Sementara itu, para netizen meminta agar Kepolisian segera memproses kasus tersebut. Pasalnya, penghinaan terhadap ustaz atau ulama, sering hilang begitu saja dengan modal surat pernyataan yang di bubuhi materai 6000 sebagai tanda perdamaian.

“Pokoknya polisi wajib memproses.

 

Tindakan FPI sebagai warga negara sudah benar. Mereka tidak main hakim sendiri, dan menyerahkan ke pihak berwajib dengan baik-baik,” tulis akun Zaini.

Hal serupa juga ditulis akun ‘Pangeran Cinta’. “Jangan sampai lepas. Kawan-kawan FPI harus mengawal kasus ini. Kalau perlu diberi sanksi adat. Suruh angkat kaki dari Riau,” tandasnya.

 

 

Sumber:gosumut.com

Reporter:hafnipal

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *