GALIAN C DESA MENDENREJO KRADENAN BUKAN KEPALA DESA PELAKUNYA

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

 

Sukandar Kepala Desa Mendenrejo, Kradenan (gambar diambil saat klarifikasi dikediamannya Rabu, 07/02/2018)

Blora, Forumnusantaranews : Diduga, adanya keterlibatannya dengan pekerjaan galian C di desanya, Sukandar Kepala Desa Mendenrejo membantah atas keterkaitan dirinya baik secara langsung maupun tidak langsung dengan galian C di desanya itu,  ia menceritakan kronologis adanya pertambangan yang terjadi berawal atas permintaan masyarakat, karena diduga, lahan tersebut sebelumnya telah dilakukan oleh salah satu Pengusaha Penambangan yang menyisakan kerusakan lahan dan jalan, sehingga menyulitkan masyarakat melakukan aktivitasnya, atas dasar itulah, warga setempat meminta Pemerintah Desa untuk meratakan lahan yang ada, karena dianggap membahayakan.

Akhirnya diambil kesimpulan untuk melakukan penambangan kembali dengan perjanjian dapat mengambil batu dan pasir di wilayah tersebut sekalian  membantu membuka lahan pertanian baru untuk masyarakat.

“ Sebelum dilakukan penambangan saya selaku Kepala Desa beberapa tokoh masyarakat dan masyarakat terkait dikumpulkan dibalai desa, dari hasil musyawarah tersebut dihasilkan, disepakati bersama dibentuk Timlak.Dipilih oleh masyarakat yang hadir Ketua Timlak pada saat itu ditunjuk warga adalah Jarimen dan Lasmito sebagai sekretaris, Pemerintah Desa hanya memfasilitasi”kata Sukandar saat dikonfirmasi dikediamannya, Rabu 07/02/2018.

Jarimen dan Lasmito yang pada saat itu mendampinginya membenarkan penjelasan Sukandar, bahkan ditegaskan bahwa Kepala Desa Mendenrejo tidak pernah ikut campur persoalan Penambangan tersebut,”Karena tehnis pekerjaannya diserahkan sepenuhnya kepada Timlak,”ungkap Lasmito menguatkan penjelasan dan juga tentang status Kepala Desanya terkait dengan penambangan galian C di dusun Nglaren.

“Awal akan dilaksanakan penambangan Januari 2017, modal kami mencari sendiri untuk kebutuhan  peralatan penambangan mas, sebagian hasil penggerukan tanah dan pasir untuk pembangunan lapangan Volly dan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan secara cuma cuma mas,”tambah Jarimen.

Sementara Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Anti Korupsi Peduli Rakyat yang beralamat di desa Cabean, Cepu Blora, setelah melakukan investigasi galian C illegal itu di lapangan, yang berlokasi di Dukuh Nglaren Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Blora yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Mendenrejo, merupakan jalan desa dan tanah bondo desa. Atensi Penggerukan lahan kurang lebihnya mencapai kedalaman 6 m, panjang 30 m dan lebar 100,data hasil temuan tersebut kemudian ditunjukan langsung kepada Sukandar oleh salah seorang awak media lokal Rabu (07/02/2018). disinyalir berdasarkan data yang ada, keuntungan 1,8  Miliar Rupiah.Menurutnya hasil temuan itu telah dilaporkan  kepada Polres Blora.

Kepala Desa Mendenrejo Sukandar,menanggapi dengan tenang dan akan kopratif apabila dipanggil pihak yang berwajib.Karena Sukandar meyakini tidak melakukan apa yang dituduhkan kepada dirinya, sengaja ada orang yang tidak senang dan memfitnahnya untuk menciptakan kegaduaan ditengah masyarakat,tujuannya mengambil keuntungan dibalik semua itu.”Saya siap kapan saja dibutuhkan untuk dimintai keterangan dan akan mengatakan yang sebenarnya, ,”tandasnya.

Sebelum berita ini diturunkan,  hal senada juga diungkapkan oleh salah satu warga Mendenrejo yang tidak mau disebutkan namanya dan saat ini menetap di Cepu, (Senin,12/02/2018) bahwa apa yang dikatakan Sukandar memang benar adanya.”Memang terjadi pro dan kontra terkait penambangan galian C di Nglaren, cuma saya tahu posisi pak Kades, bukan Kepala Desa pelakunya dan penambangan itu, murni permintaan masyarakat setempat, sehingga pada saat itu dibentuk Timlak.Tetapi tunggu saja kebenarannya kalau persoalan ini sudah dibawa ke rana hukum,” (AJAS)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *