GK Fondation Bekerja Sama Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Gelar Acara ” Rawatan Negeri ” Dihadiri Para Siswa Berbagai Sekolah Di Jakarta

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

GK Fondation Bersama Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Gelar Acara ” Rawatan Negri ” Dihadiri Para Siswa Berbagai Sekolah Di Jakarta

GK Fondation bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat melangsungkan acara kegiatan Rawatan Negeri, Di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Saptu 6/10/2018 Foto Dokumentasi Guntur FN Jakarta

JAKARTA – Forum Nusantara, GK Fondtoeation bekerja sama dengan kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan acara Rawatan Negeri, dengan tema Hutan Kaya, Lingkungan Terjaga, Rakyat Sejahtera, acara kegiatan ini berlangsung Saptu 6 Okteber 2018 di Area Arboretum, kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jakarta.

Hutan dan lingkungan Hidup merupakan kekayaan hayati Indonesia yang telah sejak dahulu kala menjadi peyangga kehidupan masyarakat. Pemanfaatan area hutan oleh warga sekitar merupakan konsekwensi dan realita dari upaya warga memenuhi kebutuhan hidup. Makin bertambah jumlah warga, menambah luas wilayah pemanfaatan hutan. Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi memandang hal ini sebagai potensi ekonomi dengan memberdayakan masyarakat sekitar hutan dengan berprinsip pada keseimbangan antara pelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah hutan.

Para siswa tingkat sekolah SLTA negeri Di Jakata saat kegiatan berlangsung

Di luar masalah hutan, di masyarakat perkotaan, salah satu problem utama adalah masalah mengenai sampah. Persoalan sampah bukan hanya menjadi persoalan domestik Indonesia saja, tetapi hal ini sudah menjadi bagian kekhawatiran dan ketakutan masyarakat global dan dunia Internasional isu sampah plastik yang masuk ke perairan dan laut (marine plastik liter danminicroplastic) menjadi penyebab utama. Ancaman kerusakan dan kepunahan ekosistem perairan dan laut serta berdampak secara langsung terhadap kesehatan manusia (human health)

Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden No 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolan Sampah (JAKSTRANAS). JAKSTRANAS merupakan momentum besar penataan sistem pengelolaan sampah di Indonesian. Target Pengelolan sampah 100% pada tahun 2025, dengan pengurangan sampah 30% dan penanganan sampah 70%. Kondisi ini adalah merupakan perubahan paradigma besar dalam pengelolaan sampah selama ini.

Angka pengurangan sampah 30% memberikan makna bahwa paradigma pengelolan sampah memberikan titik tekan pada kebijakan up-stream (hulu), dengan mindset 3R (reduce, reuse, recycle). Sehingga dalam konten itu, upaya-upaya melahirkan kebijakan pencegahan/pembatasan sampah serta kebijakan circular economy menjadi pendekatan baru yang terus didorong dengan percepatan tinggi.

Acara kegiatan ini di antaranya, menghadirkan para peserta siswa-siswa dari Sekolah tingkat SLTA negri di wilayah Jakarta, ada sedikitnya 10 sekolah tingkat SLTA yang di undang pihak penyelenggara untuk mengikuti kegiatan ini, ” untuk sekolah wilayah Jakarta Pusat yakni SMKN 27 dan SMKN 38, wilayah Jakarta Selatan SMKN 57 dan SMAN 34, wilayah Jakarta Timur SMAN 42 dan SMAN 67, wilayah Jakarta Barat SMKN 60 dan MAN 16, dan untuk wilayah Jakarta Utara yakni SMAN 75 dan SMAN 41.

Masing-masing sekolah menghadirkan sedikitnya 10 orang siswa dan di dampingi oleh guru pendamping dari sekolah masing-masing, salah seorang guru pendamping sekolah yakni, ” Riski, yaitu guru pendamping dari sekolah SMKN 60 Jakarta Barat.

Saat dikonfirmasi awak Media forum Nusantara, terkait acara yang di selengarakan oleh GK pondation bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini mengatakan, ” menurutnya acara kegiatan ini sangat positif sekali untuk menambah pengetahuan para siswa, namun menurutnya sangat di sayangkan sekali para siswa yang ikut serta dalam kegiatan ini tidak mendapatkan sertifikat keikut sertaan kegiatan dari panitia penyelenggara, padahal menurutnya, sertifikat keikut sertaan siswa dari kegiatan seperti ini setidaknya bisa menjadi suatu penghargaan bagi siswa yang sangat berharga sekali bagi siswa untuk di kemudian hari. Paparnya Riski

GUNTUR


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *