Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Gugatan Perdata Kandas! Kasus Pidana Cen Liang Makin di Ujung Tanduk

Gugatan Perdata Kandas! Kasus Pidana Cen Liang Makin di Ujung Tanduk

(770 Views) November 15, 2017 1:03 pm | Published by | No comment

Henry Jocosity Gunawan alias CenLiang (bos PT. Surya Inti Permata) setelah menjalani sejumlah pemeriksaan tahap (2) di Kejari Surabaya 15/11.dok. Forum Nusantara (Junaedi) Foto: istimewa

SURABAYA (FN)-Upaya Henry J Gunawan untuk lepas dari jeratan pidana dengan cara mengajukan gugatan perbuatan Melawan Hukum (PMH) terkait obyek SHGB No )66 di PN Surabaya berakhir kandas.

BACA JUGA :

• Bos Pasar Turi tak berkutik mendengar keterangan saksi yang di hadirkan JPU

Majelis hakim yang diketuai Sigit Sutriono menolak keseluruhan gugatan Perkara nomor 187/Pdt.G/2017/PN Surbaya yang diajukan oleh Henry J Gunawan dan Raja Sirait (Mantan Direktur PT Gala Bumi Perkasa).

Pada gugatan itu, Henry dan Raja Sirait menggugat Notaris Caroline C Kalampung (tergugat III) , Hermanto (tergugat I) dan Heng Hok Soei alias Shindo Sumidomo (tergugat II).

Henry dan Raja Sirait meminta agar PN Surabaya membatalkan beberapa akte, diantaranya Akte Nomor 5 tentang perjanjian Pengalihan Kuasa dgn Ganti Rugi, Akte Nomor 6 kuasa dan 7 tentang kuasa substitusi.

“Gugatannya ditolak keseluruhan, putusannya kami bacakan kemarin siang,”terang Hakim Sigit Sutriono saat dikonfirmasi, Rabu (15/11/2017).

Dijelaskan Sigit, gugatan perdata itu ditolak karena Henry dan Raja Sirait tidak mampu membuktikan dalil-dalil gugatannya.”Semua dalil-dalil penggugat dibantah oleh para tergugat melalui jawabannya yang justru terhadap akta akta tersebut kami nyatakan sah dan memiliki kekuatan hukum, sehingga tidak bisa dibatalkan,”Jelas Pria yang juga menjabat sebagai Humas PN Surabaya.

Henry dan Raja Sirait juga dianggap tidak mampu membuktikan terkait dalil yang menyatakan tiga akte tersebut dibuat para tergugat karena berlatar belakang keterangan palsu dan telah dilaporkan ke Bareskrim Polri. “Dan penggugat tidak mampu membuktikan adanya keterangan palsu itu,”sambung Hakim Sigit.

Sementara terkait dalil penggugat yang menyebut uang Rp 4,5 milliar yang didapat Henry J Gunawan dari Hermanto (tergugat I) bukan sebagai pembayaran jual beli tanah di Celaket Malang, melainkan sebagai utang piutang juga ditolak oleh Hakim Sigit. “Penggugat tidak mampu menunjukan pengakuan utang piutang itu dan tergugat dalam jawabannya justru mampu membuktikan tentang peralihan hak tanah sebagaimana SHGB No.66 yg di celaket Malang dari PT GBP ke Hermanto,”pungkas hakim Sigit.

Tak hanya itu, penyangkalan Henry J Gunawan yang mengaku tidak pernah menerima uang dari Hermanto sebagai pembayaran atas peralihan tanah di Celaket itu juga dimentahkan Hakim Sigit. Henry dianggap terbukti telah menerima uang pembayaran jual beli tanah tersebut secara bertahap dan mengatasnamakan beberapa bendera perusahaan yang masih ada kaitan dengan PT Gala Bumi Perkasa.

Beberapa nama perusahaan itu adalah
PT. Permata Sumber Investindo, PT. Indo Abadi Langgeng Lestari, PT Permata Murni dan PT Muara Inti.

“Saat menerima uang pembayaran jual beli dari tergugat I, Henry juga sebagai Komisaris di PT Gala Bumi Perkasa,”ujar Hakim Sigit.

Sementara, saat putusan perkara perdata ini dibacakan, pihak Henry J Gunawan dan Raja Sirait justru tidak hadir. Putusan itu hanya dihadiri dari pihak penggugat yang diwakilkan melalui kuasa hukumnya, Toni Tangkaw

Seperti diketahui, Gugatan perdata yang diajukan Henry J Gunawan dan Raja Sirait ini subyek dan objeknya berkaitan dengan kasus penggelapan dan penipuan yang menjerat Henry J Gunawan sebagai terdakwa.

Sedangkan perkara pidana itu sendiri saat ini sedang disidangkan di PN Surabaya, dengan agenda pembuktian dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso.

Dengan Ditolaknya gugatan perdata itu, justru semakin menguatkan perbuatan pidana yang didakwakan Jaksa Ali Prakoso pada Henry J Gunawan, yang sebelumnya didakwa melanggar pasal 378 KUH Pidana Juncto Pasal 372 KUH Pidana tentang dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan.

Dalam jalannya sidang, Henry selalu membantah bahwa akta nomor 5, 6 dan 7 yg di buat dihadapan Notaris Caroline merupakan peralihan Hak atas tanah SHGB No.66

Henry berkilah bahwa akta tersebut merupakan akta hutang piutang.

Setelah adanya putusan perkara perdata no.187 tersebut, peristiwa hukum dalam kasus pidana Henry menjadi terang benderang, bahkan secara tidak langsung makin menguatkan dakwaan JPU akan unsur pidana dalam pasal 372 Jo 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Kasus pidana yang menjerat Bos PT .GBP ini berawal dari laporan Notaris Caroline C Kalempung. Saat itu, Notaris Caroline mempunyai seorang klien (Hermanto) yang sedang melakukan jual beli tanah sebesar Rp 4,5 miliar dan telah membayar secara lunas.

Namun karena sertifikat tanah tersebut akan berakhir masa berlakunya, maka Henry J. Gunawan dengan memerintahkan Yuli Ekawati meminjam SHGB No.66 dari tangan Hermanto yg dititipkan ke Notaris Caroline guna dilakukan perpanjangan. Namun sampai saat ini, SHGB No.66 itu tak kunjung dikembalikan oleh orang suruhan dari Henry J Gunawan tersebut.

Terakhir diketahui, pada saat SHGB No.66 tersebut diminta, justru Obyek dari SHGB No.66 teraebut telah dipindah tangankan atau dijual kepada pihak lain yaitu Yudi Alfian Tedjo, Ane Tandio dan Iwan Kurniawan senilai Rp 10,5 milliar tanpa sepengetahuan dan seijin dari yg berhak yaitu Hermanto.@junaedi


Related Post

Tags:
Categorised in:

No comment for Gugatan Perdata Kandas! Kasus Pidana Cen Liang Makin di Ujung Tanduk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *