Menu Click to open Menus
Home » Daerah » Harga Diri 20 Pekerja Anak Dumai Di Injak Oleh Manajemen Pabrik Gula

Harga Diri 20 Pekerja Anak Dumai Di Injak Oleh Manajemen Pabrik Gula

(1039 Views) November 16, 2017 4:59 pm | Published by | No comment

PT Sumber Mutiara Indah Perdana (SMIP) jln Arifin Ahmad, Selinsing. Dumai, Riau.

Dumai, ForumNusantaraNews.Com – Setelah seratus delapan puluh tujuh pekerja di rumahkan oleh PT Sumber Mutiara Indah Perdana (SMIP) Kota Dumai, Riau. dan pada tanggal 16-11-2017 hari ini sebanyak Dua puluh lima orang pekerja yang datang ke kawasan pabrik gula tidak di pekerjakan kembali oleh pabrik gula dengan alasan ada penilaian dari supervisor, namun penilaian itu tidak adil dan harga diri rasa nya di injak-injak, bukti nya ada beberapa pekerja yang di panggil kembali sebelum pada hari ini, kamis, 16/11/2017.

“Ada beberapa nama yang di panggil ulang oleh manajemen dengan alasan Tandatangani kontrak kerja, jadi seperti apa, bagaimana nasib yang tidak di panggil ulang oleh manajemen, kenapa manajemen pabrik gula tidak profesional, teman-teman bekerja sudah sangat profesional dan mengerti akan kerja nya masing-masing, itu pertanyaan oleh Tengku Sayyed Hasrian Alhinduan yang juga bekerja di pabrik gula.

“Pada hari ini pekerja yang 25 orang yang datang langsung menemui Manajemen PT SMIP yaitu HRD nya Bu Riza, hadir juga Pak Nanda Manajemen PT SMIP Pekanbaru, Riau, awal nya di panggil satu-satu, namun saya dan teman-teman masuk menerobos, langsung mempertanyakan kenapa bisa kami tidak di pekerjakan lagi dan sementara Hak Normatif kami di bayar namun tidak sesuai dgn Undang-Undang Tenaga Kerja”, tegas Tengku Sayyed Hasrian Alhinduan

“Setelah menjumpai dan di ajak duduk ternyata Manajemen PT Sumber Mutiara Indah Perdana (SMIP) Kota Dumai, Riau. tidak di pekerjakan lagi oleh perusahaan dengan alasan karena ada penilaian, dan penilaian nya tidak memuaskan maka nya saya dan teman-teman tidak pekerjakan lagi oleh perusahaan PT Sumber Mutiara Indah Perdana (SMIP) Kota Dumai. Riau. Kamis (16/11 /2017).

“Sementara Upah yang di terima teman teman semua hanya Rp. 1.500.000, di surat yang akan kami ambil nama nya uang kompensasi, kok uang kompensasi,  lantas sisa nya lagi kemana, apakah kami hanya ikut jari telunjuk mereka manajemen, apakah ini jaman kolonial, kenapa mereka tega memperlakukan kami seperti ini”, tegas Tengku Sayyed Hasrian Alhinduan

“Teman-teman sempat sedih di karenakan ada salah satu teman bernama Beni yang pertama sekali di panggil dan di interview oleh HRD mengatakan tidak di pekerjakan lagi hanya di beri uang kompensasi sebesar Rp. 1.500.000, sementara istri nya sedang sakit kanker, dan akan berangkat berobat ke salah satu Rumah Sakit di Pekan Baru, ada apa, kenapa kok tega sekali, ini sudah tidak manusiawi”, ujarnya

“Dan terbukti dengan kekurangan upah yang kami terima ini yang seharus saya dan teman-teman terima Sesuai dengan UMK Kota Dumai sejak mulai nya bekerja sebagai penyedia jasa seperti yang di katakan Pak Nanda, seharusnya kita pekerja training, bukan penyedia jasa selama tiga bulan dan dua belas jam, bukan delapan jam”, ungkapnya

“Mengenai yang sudah Tandatangani kontrak kerja, ada beberapa pekerja yang melanggar SOP Perusahaan pabrik gula seperti merokok di larang di pabrik, tidur di larang saat bekerja di pabrik gula, jadi saya dan teman-teman pekerja pabrik gula, sangat merasa tidak puas indikator penilaian yang saya anggap bersifat tidak objektif dan terkesan Diskriminasi terhadap pekerja PT Sumber Mutiara Indah Perdana, Kota Dumai, Riau.

“Dan soal kedisiplinan bekerja di pabrik gula, supervisor nya saja sering datang terlambat, sampai jam 09.00 wib, sementara pekerja-pekerja pabrik gula di instruksi kan atau di arahkan agar datang tepat waktu jam 08.00 wib, belum lagi di saat bekerja kita bekerja masuk dalam riveneri (penggilingan gula) tanpa di awasi oleh supervisor, malah mereka seenak nya karouke dan memakai mobil salah satu pekerja” kesal Tengku Sayyed Hasrian Alhinduan

“selanjut nya mengenai Alat Produksi di pabrik gula, seharusnya mereka yang di katakan tenaga ahli di datangkan dari luar daerah Riau, mau nya lebih mengerti akan alat tersebut, namun mereka tidak mengerti malah mempelajari alat tersebut, lho kita orang Dumai juga pintar-pintar dan bisa memahami”, ungkap Reza dengan nada kesal

“Harapan saya kepada Manajemen Perusahaan Sumber Mutiara Indah Perdana jangan lah kami di perlakukan seperti ini, tolong dong adil, bijaksana, profesional dalam bekerja, itu aja nya, kami tidak minta kaya, hanya kami mau Hak kami sebagai manusia jangan di kangkangi”, harap nya. (*) 


Categorised in: ,

No comment for Harga Diri 20 Pekerja Anak Dumai Di Injak Oleh Manajemen Pabrik Gula

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *