Inas : Infrastruktur adalah Pembangunan Ekonomi

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

JAKARTA, FN.COM

Masih saja banyak yang nyinyir terhadap program pembangunan infrastruktur yang sedang digenjot oleh pemerintah, dengan berbagai argumen yang terkesan hanya ingin berlawanan dengan pemerintah.

Pembangunan infrastruktur merupakan aspek yang sangat penting dan vital untuk menggerakan roda pembangunan nasional, karena infrastruktur juga memegang peranan penting sebagai salah penggerak pertumbuhan ekonomi.

Gerak laju dan pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, sanitasi, dan energi.

Oleh karena itu, pembangunan sektor ini menjadi fondasi dari pembangunan ekonomi selanjutnya, dimana pembangunan infrastruktur suatu negara harus sejalan dengan kondisi makro ekonomi negara yang bersangkutan.

World Bank mendefinisikan infrastruktur dalam konteks ekonomi adalah sebuah terminology yang memayungi banyak aktivitas terkait “social overhead capital” dan dipandang sebagai fondasi bagi peningkatan standar kehidupan, penggunaan lahan nasional secara lebih baik dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Ketika keadaan infrastruktur di sebuah negeri lemah, itu berarti bahwa perekonomian negara itu berjalan dengan cara yang sangat tidak efisien, dimana biaya logistik yang sangat tinggi akan menyebabkan perusahaan dan bisnis kekurangan daya saing.

Pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi makro sudah selayaknya memiliki hubungan yang selaras, karena pembangunan infrastruktur menimbulkan ekspansi ekonomi melalui efek multiplier.

Sedangkan ekspansi ekonomi akan menimbulkan kebutuhan untuk pengembangan infrastruktur yang lebih luas agar dapat menyerap perpindahan barang dan orang dari satu tempat ketempat lain-nya dengan berbagai penunjangnya.

Investasi infrastruktur di Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan China dan India. Sejak tahun 2009 investasi infrastruktur di India mencapai diatas 7% PDB, sedangkan di Cina pada tahun 2005 saja sudah diatas 9-11%, dan Indonesia di 2015 hanya 4.5-5%

Padahal, dalam kondisi normal, pengeluaran pembangunan untuk infrastruktur bagi negara berkembang seharusnya sekitar 5-6 % dari GDP untuk menggerakan roda ekonomi.

Pada tahun 2015 diatas, belanja infrastruktur tercatat sebesar 14,2% dari total belanja negara, kemudian meningkat menjadi 15,2% dari belanja negara pada 2016 dan kembali mengalami peningkatan di 2017 menjadi 18,6%.

Jokowi menyadari tentang pentingnya untuk membangun infrastruktur agar iklim investasi dan bisnis menjadi lebih menarik, dimana di Indonesia saat ini panjang ruas jalan, pelabuhan, bandara, dan jembatan di Indonesia masih sangat tidak memadai.

Oleh karena itu anggaran pemerintah untuk pembangunan infrastruktur telah meningkat tajam sejak Jokowi memimpin negri ini dimana anggaran subsidi BBM RON 88 dihentikan lalu dialokasikan untuk mendanai pembangunan infrastruktur tersebut.

Inas N Zubir/A-556
Fraksi Hanura
Wakil Ketua K-6 DPR-RI.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *