TERJADI PENGANIAYAAN DI TERMINAL PAMEKASAN



IMG20160721100153PAMEKASAN. Forumnusantara.Com_Pamekasan adalah salah satu dari 4 kabupaten yang ada di Pulau Madura, Propensi Jawa Timur. Yang tentunya ditiap Pemerintahan Kabupaten telah memfasilitasi Pangkalan kendaraan umum bagi warga masyarakat yang mau bepergian dengan menggunakan kendaraan umum. Tak terkecuali juga Pemerintah Kab.Pamekasan.

Masyarakat sudah mengerti hal tersebut, jadi kalau mereka ingin bepergian dengan naik kendaraan umum mereka pasti datang ke Terminal atau menunggu di Halte yang dilalui oleh kendaraan umum yang akan ditumpanginya.

Dalam UU No. 22 Tahun 2009, Bab I ketentuan Umum, sudah jelas, ” Terminal adalah Pangkalan kendaraan bermotor Umum yang digunakan untk Mengatur kedatangan dan keberangkatan, Menurunkan dan Menaikkan Orang dan / atau Barang serta perpindahan Moda Angkutan.

Pantauan Wartawan Forumnusantara.Com di Terminal Pamekasan sekitar Pkl. 07.00 WIb ( 21/07/16 ) melihat dan menyaksikan telah terjadi Pemukulan yang dilakukan oleh salah satu makelar yang ada di Terminal Pamekasan yang bernama Fendi, asal Tanjung kab. Sampang terhadap soper Bus AKAS Nopol N 7172 UR yang bernama Hasan, asal Bandaran Kab. Pamekasan.

Diketahui permasalahan disebabkan karena penumpang. Hasan mengatakan bahwa Penumpang yang akan ikut Busnya dihalang halangi oleh Fendi, sehingga Hasan menegur Fendi sampai terjadi silat lidah dan tiba – tiba Fendi melayangkan Pukulan ke wajah Hasan tak pelak perlawanan dan pembelaan diri dilakukan oleh Hasan sampai ahirnya keduanya dilerai oleh Kondekturnya dibantu oleh beberapa orang yang ada ditempat waktu kejadian.

Pada hakekatnya Makelar atau yang dikenal dengan Awu-awu tersebut tidak terlalu bermanfaat bahkan lebih besar Mudhorotnya. Seringkali terjadi percekcokan dan adu mulut antara kru Bus dengan Makelar bahkan tak jarang Ancaman / Intimidasi dan Pemaksaan agar kru memberi uang sesuai permintaanya. Sehingga hal itu membuat Kru terbebani dan tidak ada ketenangan dalam bertugas.

Dikonfirmasi Fendi menjelaskan ” Sebelum Bus ini datang Penumpang itu bilang mau ke Jember dan minta Bus yang langsung Jember, ketika Bus si Hasan datang saya bilang ” jangan ikut, bukan Bus ini ” pungkasnya.

Selaku kepala UPTD Terminal Pamekasan Jamali merasa kaget setelah dapat informasi dari anak buahnya yang sedang bertugas di Terminal saat itu dan langsung merapat ke Terminal.

Sehingga keduanya diajak duduk bersama dan diarahkan agar permasalahan ini tidak berkembang. Jamali juga mengatakan akan menertibkan dan memanggil makelar yang lain dengan tujuan agar ke depan tidak terjadi permasalahan serupa.

Ditempat lain terlihat Orang Tua dan beberapa saudara Hasan datang ke Terminal karena mersa tidak terima Hasan dianiaya. Sehingga mereka berniat membawa permaslahan ini melalui proses Hukum. Dengan bekas pukulan yang menempel di wajah Hasan, saudaranya yang bernama Salehuddin bermaksud memvisum Hasan sebagai bukti telah terjadi Penganiayaan terhadap adiknya.

Ahirnya setelah bebera pertimbangan penyelesaian kedua belah pihak diselesaikan di rumah Kades Ceguk, yang mana bahwa Terminal tersebut masih dalam wilayah Taufik Hidayat sebagai Kades Ceguk – Pamekasan.

Taufik mengatakan bahwa kalau bisa Permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan dan berharap kedepannya tidak sampai terjadi lagi. ” kalau terjadi permasalan di wilayah Desa Ceguk maka saya juga kena imbas jeleknya tp juga sebaliknya ” Paparnya.

Ahirnya kedua belah pihak sama – sama sepakat diselesaikan secara kekeluargaan dan Damai. Kesepakatan itu dituangkan secara tertulis, bermaterai, ditandatangani kedua belah Pihak serta saksi- saksi dan Mengetahui kades Taufik. Hadir pula dalam proses Penyelesaian tersebut Petugas dari Polres Pamekasan. ( BR )

 

 

 

 

 


 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *