Kasus narkoba, keterangan saksi telanjangi dakwaan jaksa

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

 

Terdakwa fajar hendrawan dan andria roza

FORUMNUSANTARA.COM – Sidang kasus narkotika yang melibatkan pasangan pasutri, kembali digelar di Pengadilan Negri (PN) Surabaya Senin (28/8/2017). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suci anggraini dari Kejati Jatim mendatangkan saksi kunci sekaligus terdakwa yang sama dalam kasus tersebut yakni Andria roza (berkas terpisah) saksi diketahui adalah istri siri dari terdakwa fajar hendrawan.

Diketahui, andria roza berprofesi sebagai bidan di salah satu klinik di batam kepulauan riau, dia menikah siri dengan terdakwa fajar hendrawan yang sudah mempunyai 2 orang anak, fajar tinggal bersama kedua anaknya di tanjung pinang sembari bekerja.

Dalam persidangan tersebut saksi sekaligus terdakwa Andria roza menjelaskan secara detail bagaimana kronologi kejadian yang melibatkan dirinya beserta fajar hendrawan, dan saphari brazil.

Menurut keteranganya, Terdakwa fajar hendrawan yang berprofesi sebagai teknisi komputer mengajak sang istri andria roza dengan beralasan mengajak jalan-jalan ke surabaya, lalu keduanya berangkat menuju ke surabaya dengan menaiki angkutan Kapal Feri dari tanjung pinang kepulauan riau menuju pelabuhan tanjung perak yang ditempuh selama 3 hari, sesampainya di surabaya yakni pagi hari andriana sekaligus fajar bertemu dengan saphari brazil yang mengaku sebagai teman dari terdakwa fajar hendrawan.

Selanjutnya mereka menaiki taksi menuju pop hotel, dan memesan hotel (check in) menggunakan ktp dari andria roza, mereka mendapatkan kamar nomor 508 dan 509. Pada pukul 12 siang terdakwa sekaligus saksi andria bersama fajar hendrawan keluar untuk mencari makan karna dirasa pop hotel kurang nyaman mereka berdua kembali memesan hotel midtown dan meninggalkan barang-barang beserta saphari brazil yg masih berada di pop hotel.

Kemudian pagi hari andria roza berserta fajar berencana untuk berwisata menuju pantai ria kenjeran, di tengah perjalanan dengan menaiki taksi terdakwa fajar mendapat telfon dari salah satu temanya kalau saphari brazil ditangkap oleh BNNP Jawa Timur, Dari tangan saphari brazil petugas BNNP Berhasil menyita barang bukti berupa satu buah Ransel warna biru yang didalamnya terdapat 3 bungkus plastik warna emas bertuliskan GUANYINWANG, masing-masing berisi sabu 1013 gram, 1013 gram, 1012 gram dan 483 gram, kristal putih jenis sabu Narkotika Golongan I. Berat semua narkotika yang berhasil di sita petugas BNNP hampir 4kg.

“Waktu jalan ke pantai kenjeran dia (fajar) cerita kalau saphari di tangkap karna membawa barang (narkotika)”ujar andria

“Saya tidak tau aktifitas fajar di surabaya, yang saya tau cuma fajar sering telfon dengan seseorang dan tidak tau apa yang dibicarakan” sambung andria

Setelah terdakwa fajar hendrawan mengetahui saphari tertangkap ia langsung bergegas mengemasi barang-barang di hotel dan kemudian kedua pasangan tersebut bergegas menuju ke bandung dan jakarta untuk melanjutkan tujuan pertamanya yakni jalan-jalan.

Sewaktu perjalanan keduanya ditangkap oleh petugas dalam didalam taksi yang ditumpanginya, ia ditangkap di Tol Cengkareng Jakarta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberi sanksi terdakwa dengan pasal 114 ayat 1 UU no 35 tentang narkotika Dengan ancaman hukuman maksimal 20tahun penjara.

Akan tetapi ketika di dalami lagi terdakwa Fajar hendrawan beserta andria roza tidak termasuk dalam pasal 114 tersebut, pasalnya terdakwa hanya mengawasi dan mengawal keadaan barang yang dibawa oleh saphari, terdakwa fajar juga bukan sebagai perantara dalam kasus tersebut. (Fadjar)


Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *