KE MORADHEN MERAMAL AHOK JAROT DI PILKADA DKI 2017

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

oke-jadi-psdSUMENEP, FN -Ke Moradhen dilahirkan di sebuah desa tepatnya di kabupaten Sumenep Madura, anak ketiga dari 6 bersaudara.Dari kakeknya dia adalah keturunan ulama cukup dikenal di daerahnya, ayahnya selain ulama adalah politikus jempolan dari salah satu partai Islam, dia dilahirkan sebagai anak terpandang, ayahnya pernah menjabat anggota DPRD sampai akhir hayatnya.Kehidupan Ke Moradhen selalu mengalami delema sejak ditinggalkan ayahnya sejak berumur  15 tahun, usia 21 tahun dia merantau dan sampai saat ini tidak tentu tempat tinggalnya, bahkan dia pernah jalan kaki Jakarta Madura paling ujung  timur.itulah sedikit kisah Ke Moradhen.

Ke adalah panggilan bahasa Madura kepada yang lebih tua, atau kepada seseorang yang ditokohkan, Ke sama dengan MBAH atau bisa saja menurut istilah  panggilan Jawanya dipanggil Mbah Moradhen.Namun walaupun dia bukan seorang tokoh masyarakat dan sejenisnya, julukan ini sudah kebiasaan melekat pada dirinya.Tak ada yang tahu pasti mengapa dia dipanggil Ke Moradhen, menurut sumber cerita yang diperoleh mengenai dia, nama aslinya adalah RONO RINI, barangkali karena kesulitan memanggil namanya, kerabat, tetangga dan teman temannya memanggil dengan nama Ke Moradhen.

Ke Moradhen bukan orang terkenal, juga tidak dikenal, namun dalam keahlian meramal atau dalam bahasa ilmiahnya memprediksi cukup ahli, bahkan setiap ramalannya selalu jitu, dan anehnya dia juga tidak suka disebut sebagai dukun peramal, karena Ke Moradhen diketahuinya adalah orang yang moderat,sehingga keahliannya ini tidak suka dijual belikan.Kebiasaan meramal bermula dari iseng belaka, sehingga kadang orang tidak percaya dengan prediksinya itu.Dan begitu terbukti jitu ramalannya banyak orang tertarik menanyakan sesuatu kepadanya.Terutama berkaitan dengan dunia politik.Rata rata yang menanyakan kepada Ke Moradhen adalah tokoh politik, baik dari tingkat Nasional maupun tingkat Pedesaan.Namun menjadi catatan tidak semua prediksinya itu selalu benar, pastinya dia manusia bukan Tuhan.

Pada tahun 2014 sebelum diketahuinya siapa calon Presiden Republik Indonesia terpilih menggantikan SBY, dia mengatakan Jokowi.Padahal pada saat itu Jokowi belum dicalonkan PDIP sebagai calon Presiden.Banyak dari kalangan politik lokal menanggapi sinis ocehan Ke Moradhen.Setelah terbukti ramalannya itu, Megawati benar benar mencalonkan Jokowi baru mereka percaya kalau Ke Moradhen termasuk orang ahli dalam meramal.

Sejak saat itu dari beberapa partai yang mempunyai kepentingan datang kepadanya menanyakan kepadanya siapa nantinya yang bakal dicalonkan PDIP mendampingi  Jokowi, apakah dari PDIP sendiri atau dari partai lainnya.Bahkan dari Pihak pendukung Prabowo juga datang minta diramal.

Ketika dari salah satu partai menyodorkan nama nama apakah nama A ini bisa diterima jika melamar untuk mendampingi Jokowi oleh PDIP, dia menjawab tidak diterima karena calon pendamping Jokowi itu sudah ada yaitu Yusuf Kalla, sementara Prabowo calon Wakilnya adalah Hatta Rajasa, dan yang menang pada Pilpres nanti tetap Jokowi bukan yang lainnya, ramalan Ke Moradhen terbukti, Presiden kita seperti diketahui adalah Jokowi.

Pada Pilkada tahun 2015 kabupaten Sumenep, seorang temannya bernama Taufik bertanya siapa yang terpilih nanti jadi Bupati Sumenep, dia menjawab Abuya Busro Karim.Taufik temannya itu tidak menerima karena dia adalah pendukung lawan Abuya Busro Karim.Dan terbukti jitu untuk kedua kalinya Abuya Busro Karim terpilih lagi  sebagai Bupati Sumenep.

Kali ini terkait Pilkada DKI dia meramal bahwa Gubenur terpilih nanti adalah Ahok Jarot bukan yang lainnya, terlepas dia pendukung Ahok atau tidak, tapi begitulah ramalannya.Pastinya dia tidak mempunyai kepentingan apapun dalam Pilkada ini, mau Ahok yang jadi atau siapa yang jadi katanya tidak ada efeknya sama dia.Lalu dia berpesan kepada yang tidak senang Ahok nantinya siap menerima kenyataan, tidak perlu otot ototan apabila Ahok yang terpilih itu sudah ditakdirkan oleh Allah, bagi pendukung Ahok juga tidak perlu merasa didiskriminasi,dan melayani sesuatu yang berakibat memecahkan kesatuan bangsa,biarkanlah kafilah berlalu !Karena Insya Allah Ahok Jarot itu terpilih kembali jadi Gubenur DKI, supaya adem ayem tidak ada perselisihan dalam jalinan kebangsaan kita.Begitulah Pesannya.Tergantung bagaimana anda percaya atau tidak.Kita lihat saja buktinya !


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *