KEPENCUT JADI PERANGKAT DESA, KASUS TERUNGKAP DI BOJONEGORO

oleh

Bojonegoro, ForumnusantaraNews- Rekrutmen Perangkat desa cukup menyita perhatian masyarakat di Bojonegoro, dan tidak sedikit  dari para calon begitu bernafsu lulus dan masuk dalam seleksi rekrutmen perangkat.Dan apapun ditempuh demi mencapai ambisinya.Demikia kuatnya ambisinya sehingga melupakan resiko apabila nantinya ambisi tersebut berakibat buruk baginya.Seperti bersedia menyetor uang pelicin kepada siapapun yang sanggup mewujudkan ambisinya.Akibatnya, akhirnya dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ini terjadi kepada Mulyono (33), yang telah menyetorkan Rp 110 juta, kepada salah satu oknum Kepala Desa di Kecamatan Purwosari yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bojonegoro. Namun, diketahuinya saat pengumuman Mulyono tidak lolos Dia kemudian melaporkan masalah tersebut ke Mapolres Bojonegoro.

Rupanya kasus perangkat ini terus dikembangkan Polres Bojonegoro,seperti yang dikutip dari beberapa media, baik local maupun interlokal, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi, ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (09/11/2017) sore kembali menegaskan, bahwa jika ada warga masyarakat khususnya peserta yang marasa dirugikan atau merasa ditipu oleh orang yang mengaku atau memberikan janji bisa meloloskan menjadi perangkat desa dengan memberikan uang, tapi ternyata tidak lolos dalam seleksi tersebut atau bagi peserta yang mendapatkan nilai tertinggi dalam tes tulis dan lolos seleksi perangkat desa tersebut, namun diminta membayar sejumlah uang oleh oknum tertentu, agar melaporkan hal tersebut ke Posko Pengaduan di SPKT Polres Bojonegoro.

“Selain itu kepada para kepala desa yang merasa ditipu oleh oknum, atau siapa saja, terkait seleksi perangkat desa, harap segera laporkan juga. Kami tunggu laporannya dalam 1 kali 24 jam kedepan.” tegas Kapolres.

Alhasil, kasus ini terus berkembang dan patut acungi jempol kegigihan Mapolres Bojonegoro, diduga, ada enam Kepala Desa terperiksa.Dan  dua sudah ditetapkan sebagai tersangka, salah satunya adalah Kepala Desa Sedahkidul MCH, sementara lainnya masih sebagai saksi.

Diduga,Aliran dana dana itu didapat dari MSM Kades Ngraho Kecamatan Ngraho, SDN Kades Tanggungan Kecamatan Ngraho, SFN Kades Payaman Kecamatan Ngraho serta HYT Kades Purwosari Kecamatan Purwosari.

“Kades Sedah Kidul MCH memiliki peran sebagai perantara dana yang telah diambil dari empat Kades oleh Kades Kuniran,” ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan, dari keterangan kades Sedah, bahwa dana yang diterima tidak sejumlah 1,6 M tapi kurang lebih 1 M 220 juta dari 24 orang. Dan dana tersebut sebagian sudah dikembalikan kepada 4 kades tersebut.

“Dari dana 1,220 M dari 24 orang, oleh MCH sebagian telah dikembalikan kepada para korban,” imbuh Kapolres.

Oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bojonegoro kades Sedahkidul MCH ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana sebagaimana dimaksud pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro,SH,SIK,M.Si, kepada media  mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil gelar perkara Kades Sedahkdidul MCH oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bojonegoro telah ditetapkan sebagai tersangka karena berdasarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan atas kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan oleh Kades Kuniran MYD (41), seperti yang dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan 372 KUHP.

Kades Sedahkidul terkait dengan aliran dana yang disetorkan ke kades-kades yang telah diperiksa oleh pihak Sat Reskrim Polres Bojonegoro itu disetor ke Kades Kuniran MYD (41) selanjutnya diserahkan ke Kades Sedahkidul MCH. Rencananya MCH akan dimintai keterangannya besok Jum’at pekan ini.

“Saat ini MCH telah ditetapkan sebagai tersangka dan akan diminta keterangannya pada jumat minggu ini,” tegas Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro,SH,SIK,M.Si, Rabu (15/11/2017). (Ajas)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *