Kerja Atau Nganggur, DIKBUDPORA Provinsi Gorontalo Segera Mendata Lulusan SMK

Kepala Bidang SMK Dinas DIKBUDPORA Provinsi Gorontalo, Ernawati Panu, M.Pd

 

GORONTALO FN News – Tingkat penyerapan di dunia kerja terhadap lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat ini terus menjadi perhatian Pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Gorontalo yang saat ini dinakhodai Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim.

Sejumlah pihak mengatakan, para alumni dari sekolah ini banyak yang nganggur alias tidak bekerja.

Ini juga menjadi sorotan DPRD Provinsi Gorontalo yang baru-baru ini melakukan rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo (DIKBUDPORA).

Kepala Dinas DIKBUDPORA melalui Kepala Bidang SMK Ernawati Panu M.Pd, mengatakan, hal ini tetap menjadi fokus perhatian pihaknya dengan melalui langkah-langkah strategis untuk mengetahui seberapa besar sebaran lulusan SMK terserap di dunia usaha atau kerja.

“Mulai tahun ini kami (dikbudpora-red) segera melakukan pendataan terhadap lulusan SMK, minimal 2- 3 tahun terakhir bekerjasama dengan pihak sekolah dan orang tua, serta juga siswa tersebut,” ungkapnya.

Begitu juga yang akan lulus lanjut Ernawati, pihak sekolah akan memantau anak didiknya yang setelah lulus, misalnya dengan meminta nomor hp siswa atau orang tua siswa tersebut.

“Dan ini sudah dilakukan, salah satunya oleh SMK I Marisa yang telah memiliki Aplikasi guna memantau para lulusannya,” ujar Ernawati.

Ernawati mengatakan, DIKBUDPORA juga mendorong pihak sekolah untuk terus menjalin kerjasama atau MOU dengan Perusahaan- perusahaan.

“Lulusan SMK juga selain punya ijazah dari sekolah, ia juga akan dibekali sertifikat dan menjadi modal buat dirinya ketika melamar kerja di perusahaan atau membuka usaha sendiri,” jelasnya.

Ernawati menambahkan, terkait hal itu juga pihaknya juga telah uji kompetensi terhadap siswa, khususnya jurusan perhotelan bekerjasama dengan Badan Sertifikasi Nasional dan Hotel Angin Mamiri di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Selain itu untuk memfasilitasi para lulusan juga kami juga kerjasama dengan PUPR Wilayah IV di Makassar terhadap jurusan Bangunan” cetusnya.

Tidak berhenti sampai disitu, terang Ernawati, Pemerintah Pusat tetap memberi perhatian besar terhadap lulusan SMK melalui terbitnya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK

“Melalui Inpres ini sejumlah Kementrian terkait akan memfasilitasi para lulusan SMK, misalnya jurusan Perikanan akan difasilitasi oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk memperoleh kerja.

“Tindak lanjutnya, ini akan diterbitkan Peraturan Gubernur untuk membantu dan memfasilitasi lulusan SMK nanti,” terangnya

Diterangkannya, di Provinsi Gorontalo saat ini jumlah SMK di Provinsi Gorontalo yakni 57, terdiri dari 40 SMK negeri dan 17 swasta, dengan kondisi siswa kelas 12 saat ini mencapai 5445.

“Kami juga terus memotivasi masyarakat untu memasukkan anaknya ke SMK. Dan Pemerintah Provinsi tetap memberikan perhatian besar terhadap SMK-SMK dengan memberikan bantuan serta fasilitas secara bertahap sesuai dengan besaran anggaran yang ada,” pungkas Ernawati.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *