Fadel: Kerjasama Dagang Indonesia- Uni Eropa Harus Berkeadilan dan Menguntungkan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

GORONTALO FN News – Anggota DPR RI Fadel Muhammad mengatakan, hubungan dagang Indonesia-Unieropa diterpa sejumlah isu, diantaranya. Parlemen Eropa (PE)  telah menyetujui penghentian penggunaan biofuel berbahan dasar kelapa sawit sebagai sumber energi terbarukan pada tahun 2021.  ”

“Ini mengecewakan Pemerintah Indonesia karena  Uni Eropa merupakan pasar penting bagi produk ekspor Indonesia,” ujarnya.

Fadel menjelaskan, Kekhawatiran Uni Eropa terhadap produk sawit Indonesia yang  mengancam kelestarian hutan telah mempengaruhi kinerja ekspor biodiesel dari Indonesia ke Uni Eropa. Jika padatahun  2013 mencapai US $ 635 juta pada tahu 2016 tinggal  US$ 9 juta.  Uni Eropa mengenakan  bea masuk antidumping yang cukup besar.

Padahal lanjut Fadel, hingga saat ini kelapa sawit masih memberikan sumbangan terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2016 sektor perkebunan memberikan sumbangan terhadap PDB nasional sebesar Rp 429 triliun, lebih besar dari sektor minyak dan gas (migas) yang nilainya hanya Rp 365 triliun.

“PDB sektor perkebunan terutama dari 15 komoditas penghasil devisa dan sumbangan terbesar berasal dari kelapa sawit yang mencapai Rp 260 triliun,”tukasnya.

Olehnya lanjut mantan Menteri Keluatan dan Perikanan era SBY tersebut, momentum pembahasan secara komprehensif dalam perundingan INDONESIA – EUROPEAN UNION COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT (I-EU CEPA) harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan (sustainability), peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta harmonisasi standar, akses pasar, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya dalam rangka mendorong sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia lebih terintegrasi dalam mata rantai dunia atau Global Value Chain (GVC).

“Indonesia perlu menyiapkan kerangka perjanjian kerjasama perdagangan yang lebih adil agar menguntungkan Indonesia,” pungkas Fadel


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *