Komnas HAM Akan Sikapi Insiden Penyerangan di Tanjung Manggopoh

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Kantor KOMNAS HAM di Jakarta.

JAKARTA, FN

Upaya mencari keadilan Ninik Mamak Suku Tanjung, dampak dari perbuatan sewenang – wenang sekelompok massa terhadap Yayasan Tanjung Manggopoh (YTM), sudah memasuki tahapan pemantauan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM). Selain penyerangan dan penyerobotan lahan sawit yang selama ini dikelola oleh YTM secara hukum yang sah, pihak YTM juga krisis dalam memperoleh keadilan dari penegak hukum.

Baca Melawan Lupa: YTM Diserang Massa Ormas

“Saya mensinyalir, akibat kelalaian dan ketidaktanggapan Polres Agam maupun Polda Sumatera Barat dalam menangani peristiwa yang dialami YTM, diwilayah hukumnya itu, sudah jelas ini sebuah wujud tidak adanya rasa keadilan dan kepastian hukum disana,” ungkap Yulianita,SH, selaku Humas YTM, sebagaimana laporannya kepada KOMNAS HAM, (20/11/2017).

Laporan Yayasan Tanjung Manggopoh (YTM) kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM), mendapat respon dan proses yang baik. Laporan dengan nomor agenda: 118.703 tersebut, saat ini sudah sampai pada disposisi pemantauan.

Baca JugaDampak Penyerangan YTM, Pesantren Nurul Yakin Mencekam!

“Respon KOMNAS HAM atas laporan YTM, perlu mendapat apresiasi. Hal itu juga sesuai dengan Misi KOMNAS HAM ; Menciptakan kondisi yang kondusif bagi terwujudnya perlindungan dan penegakan HAM guna berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dalam masyarakat yang terintegrasi agar mampu berpartisipasi di berbagai bidang kehidupan,” ungkap Tim Advokasi Independent YTM, kepada media, belum lama ini.

Ia juga menjelaskan, bahwa sebagaimana Visi KOMNAS HAM, yakni; terwujudnya Perlindungan dan Penegakan Hak Asasi Manusia bagi Semua, memang sudah selayaknya terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ini.

Bahwa, insiden penyerangan dan penyerobotan hasil kebun sawit yang selama ini dikelola secara defacto and de jure oleh YTM, adalah perbuatan yang memalukan. “Diperparah lagi, penyerangan itu diduga kuat ditunggangi oleh salah satu Organisasi Masyarakat (baca; Ormas). Kalaulah itu hanya perseolaan horizontal antara Ninik Mamak dan Kemenakan Suku Tanjung Manggopoh, ya wajarlah. Apap urusannya Ormas masuk dalam kepentingan Suku di Minangkabau, itu sama saja merusak tatanan Adat Alam Minangkabau,” pungkasnya.

Lebih lanjut pihaknya juga menjelaskan, bahwa sesuai laporan – laporan YTM kepada KOMNAS HAM, beberapa Laporan Polisi yang dibuat oleh pihak – pihak YTM kepada Polres Agam, perlu mendapatkan asas kepastian hukum dan keadilan. “Kami sangat mengharapkan dalam hal ini Polisi Resort Agam, Polda Sumatera Barat, memastikan terwujudnya asas kepastian hukum dan keadilan. Semua kita di NKRI ini sama di mata hukum,” ulasnya.

“Semoga proses di KOMNAS HAM berjalan sebagaimana yang kita harapkan bersama. Dan masalah di Suku Tanjung Manggopoh, utamanya YTM, dapat terselesaikan dengan baik dan bijaksana. Jangan ada lagi yang ikut campur, kalau tidak ada kepentingan dan hubungan dengan Suku Tanjung, apalagi tidak bisa memberikan solusi dan hanya memperparah keadaan,” harapnya. (TIM)

Berita terkait:

Jadi Tersangka Insiden Penyerangan YTM, Defrizal Awunk Bebas Berkeliaran

Wakapolres Enggan Komentar, Terkait Korban Kriminalisasi Rudi Satpam YTM

Diduga Dibekingi Polisi, Lahan YTM Diserobot dan Penegak Hukum Bungkam

Setelah Menyerang, Massa Ormas Panen Sepihak Ulayat Suku Tanjung Manggopoh

Konflik Kebun Sawit : Wujudkan Kepastian Hukum dan Keadilan di Manggopoh Agam?


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *