Menu Click to open Menus
Home » Daerah » KUSNADI KEPALA DESA BETET : KOMITMEN MELESTARIKAN TRADISI MANGANAN

KUSNADI KEPALA DESA BETET : KOMITMEN MELESTARIKAN TRADISI MANGANAN

(800 Views) Oktober 6, 2016 12:38 pm | Published by | No comment

kusnadi-kades-betet gambar-mangananBOJONEGORO,FN -Adat istiadat atau . tradisi sedekah bumi (manganan) ada juga yang menyebutnya dengan nyadran merupakan tradisi turun temurun yang diwariskan nenek moyang suku jawa,kepercayaan melaksanakan sudah mengental dan sulit ditinggalkan, dalam pelaksanaannya di setiap tempat berbeda, tergantung besar peranan agama  saat menyelenggarakan manganan, ada dengan corak nenek moyang yang dahulu menganut kepercayaan Animisme dan Dinamisme ada juga dengan corak Islami.Tujuan daripada Manganan ini sama, seperti acara tasyakuran atas rahmat Allah kepada umatNya, dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa untuk masa selanjutnya agar dipermudah memperoleh kesejahteraan. biasanya disisipi acara kesenian tradisional jawa dan pengajian umum sebagai pencerahan rohani.Seperti yang diselenggarakan di desa Betet kecamatan kasiman Kabupaten Bojonegoro ini.

“ Tradisi ini diselenggarakan setiap tahun, pada umumnya setelah hari raya fitri atau mendekati hari raya idul adha (Hari Raya Qurban), Kepala Desa mempunyai kewajiban mnyelenggarakannya, karena Kades adalah pemangku wilayah, seperti tuntutan  melestarikan adat istiadat warisan leluhur suku jawa”kata Kusnadi Kades Betet dikediamannya ditengah kesibukannya melayani warganya dalam pelaksanaan manganan.

”Dan sudah sewajarnya sebagai generasi penerus bangsa ini melestarikan dan mempertahankan budaya yang ada, sampai kapan pun, dan diharapkan generasi berikutnya juga merasa bertanggung jawab melestarikan warisan nenek moyang kita, ciri khas Indonesia kan Bhineka Tunggal Ika,”tambahnya dengan wajah serius, menggambarkan apresiasinya dengan budaya manganan.

Kusnadi Kepala Desa Betet kecamatan Kasiman Bojonegoro, nampaknya sangat antusias meramaikan tradisi manganan.Dengan ramah, ia melayani setiap warganya yang datang berkunjung ke rumahnya, bahkan berbaur dengan masyarakat di tengah tengah kesibukan pelaksanaan manganan (sedekah bumi),barangkali karena penampilannnya yang bermasyarakat itulah Kusnadi terpilih lagi untuk kedua kalinya dalam PILKADES tahun 2013 yang lalu.

Dalam kesempatan FN berdialog dengan warganya,“Pak lurah sangat dicintai dengan warganya, karena beliau sangat sederhana, jujur serta amanah dan melayani warganya dengan baik, sulit mencari pengganti seperti beliau” kata salah satu warga Betet kepada FN ketika dimintai keterangan perihal peranan Kusnadi selaku Kepala Desa Betet saat FN menyaksikan suasana Pelaksanaan Manganan, Jumat  9/9/16.

Dipaparkan lebih luas oleh Kusnadi, bahwa tradisi manganan ini berasal dari generasi terdahulu, khususnya masyarakat petani yang bersyukur atas hasil panen. Ciri khas perayaan manganan adalah umumnya diadakan di tempat yang dianggap keramat. Tujuan dari pelaksanaan tradisi manganan adalah mengucapkan syukur atas karunia Tuhan dari hasil panen, memohon agar desanya terhindar dari bencana dan penyakit dan memohon agar panen selanjutnya melimpah. Tetapi karena saat ini mayoritas masyarakat menganut agama Islam yang melarang menyembah tuhan selain Allah S.W.T, jadi sekarang tradisi manganan disisipi panjatan do’a kepada Allah S.W.T,”

Dalam acara tersebut ditampilkan Wayang Kulit dari Sragen sebagai wujud kelestarian budaya jawa, dan malam kedua diakhiri pengajian umum oleh KH.Ali Makhsum dari Bojonegoro, dari sinilah bisa dilihat betapa kental perpaduan antara kesenian jawa yang berkarakter islami, dan sepertinya sukses ditunjukan oleh kades sederhana ini. (untuk membaca berita berita online upload di Gogle Klik Forum Nusantara/Ajas)

 

 


Categorised in: ,

No comment for KUSNADI KEPALA DESA BETET : KOMITMEN MELESTARIKAN TRADISI MANGANAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *