Hormati Guru Sayangi Teman Pelepasan SMPN II Sumenep

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Sumenep FN: Suasana perpisahan siswa siswi SMPN II Sumenep yang dilangsungkan di Gedung KORPRI (13/5) berbuah kenang pada 344 siswa siswi kelas IX. Kenangan emas yang sulit hilang dari perasaan mereka, akan menambah keterikatan anak didik pada para guru , walau dalam keadaan sudah berjauhan, tidak sering bersua, take and give di kelas memberi  dan menerima materi pelajaran. Bagaimana pun guru adalah permata bagi mereka, yang telah bersusah payah dengan tekun, mencekoki ilmu pengetahuan setiap hari di sekolah.

Dengan sesama teman juga mereka tidak lagi berjumpa setiap hari di sekolah, sudah pindah kelembaga lain yang kebih tinggi, hendak merajut cita untuk masa depan, menggali sains, sebagai pesangu kelak kemudian hari.

Tentu mengingat hal semacam ini, cucur air mata mengalir, kenangan indah menggaung se akan tak mau untuk berpisah, seandainya tak dilerai oleh waktu dan cita mengais sains ke lembaga yang lebih tinggi.

Cuma dibalik gundah, Ibu Nanik Mujiati, S.Pd. selaku Kepala Sekolah di SMPN II, tetap merelakan anak didiknya, saling berjabat tangan bertanda pisah. Senyum yang dilepas semua guru di panggung kehormatan tatkala saling berjabat tangan, di hati semua siswa rasanya tak tega ingin lepas, saking sudah mereka menyatu, seperti orang tua mereka sendiri.

” Semoga anak didik di kelas IX SMPN II Sumenep yang telah lulus, bisa mensukseskan pendidikan universal. Bisa melanjutkan pendidikan ke SLTA dan yang sederajat. Tidak cukup sampai di sini.” Tutur Nanik Mujiati, isteri Bambang Herianto, Kadisperta Sumenep ketika dikonfirmsi saat acara masih berlangsung.

Dirinya berharap, ilmu yang dimiliki selama belajar di lembaganya, bisa bermanfaat bagi diri mereka, keluarga, agama, nusa dan bangsa.

Usai  Nanik Mujiati dikonfirmasi,  wali murid dan stake holder sekolah  diperkenankan untuk menyaksikan penampilan yang dipersembahkan oleh siswa siswi kelas IX, yang dilengkapi dengan berbagai seni; seperti kolaborasi seni bela diri, musik dan puisi.

Penampilan demi penampilan sangat memukau, para wali dan stake holder sekolah, menyaksikan hingga acara selesai. (Sim)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *