MASSA CEKAM-P DAN FAMAS, KEPUNG PENDOPO DAN KANTOR BUPATI PAMEKASAN

Massa CEKAM-P dan FAMAS melakukan aksi

Pamekasan-FN.News.Com. Puluhan Aktivis yang tergabung dalam CEKAM-P (Central Kreasi Aspirasi Muda Pamekasan) dan juga FAMAS (Front Aksi Masa) melakukan aksi demo ke Pendopo Ronggo Sukowati dan  kantor Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur (18/10/18)

Massa aksi demo sempat terjadi kericuhan antara petugas dengan massa, karena saling dorong.  Massa mencoba merangsek masuk ke pendopo untuk menemui Bupati. Kedatangan perwakilan aktivis Pamekasan itu tidak lain menindak lanjuti terkait beberapa tuntutan yang dibawanya pada saat aksi sebelumnya. Karena tuntukan mereka tidak membuahkan hasil, mereka melakukan aksi lanjutan, seperti halnya pada pekerjaan di Desa Kacok Palengaan – Palesanggaer Pegantenan yaitu yang di kerjakan CV. Hasan Baisuni selaku pelaksana anggaran dan pemenang tender Rp. 797.211.000.

Korlap aksi Indra X dalam orasinya mengatakan “Program pembangunan infrastruktur yang giat dijalankan Pemerintah belakangan ini ternyata belum memuaskan dan disisi lain program insfrastruktur yang di jalankan belum melibatkan seluruh pihak dan masih jauh dari harapan”

Suasana di depan Pendopo semakin memanas, karena pihak Kepolisian membendung massa yang akan merangsek masuk ke area Pendopo Bupati Pamekasan. Korlap CEKAM-P dan FAMAS meminta kepada massa aksi untuk terus merangsek masuk ke halaman Pendopo dan berharap Bupati baru pilihan rakyat tersebut untuk segera menemui massa.

“Terus maju kedepan, maju kedepan, jangan takut, kita dilindungi Undang-undang. Kami harap kepada Bapak Bupati untuk segera menemui kami, karena dari dulu kami kecewa kepada pemerintahan yang sebelum-sebelumnya,” Tegasnya.

Selain Indra X, korlap yang lain juga saling berorasi. Dalam orasinya, Rossi Kancil mengatakan, bahwa Bupati Pamekasan bukan milik perseorangan, bukan milik elit penguasa dan juga bukan milik Polisi. Atas nama rakyat Pamekasan massa aksi juga berhak bisa bertemu dengan Bupati.

“Bupati bukan milik perorangan, bukan milik elit juga bukan milik Polisi. Seharusnya polisi melayani masyarakat, Atas nama rakyat pamekasan massa aksi juga berhak bisa bertemu,” Tuturnya.

Setelah melakukan negoisasi antara pihak Kepolisian dengan para korlap aksi, akhirnya para perwakilan dari CEKAM-P dan FAMAS bisa masuk ke halaman Pendopo untuk bertemu Bupati Pamekasan. Tapi sayang, dengan raut muka penuh kekecewaan karena para perwakilan peserta aksi demo tidak bertemu dengan Bupati Pamekasan baik di Pendopo maupun di kantor Bupati.

“Mohon maaf, Bapak Bupati tidak ada ditempat sedang keluar kota ada acara,” tutur salah seorang petugas yang menemuinya.

Setelah massa CEKAM-P dan FAMAS tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan Bupati Pamekasan, para peserta demo membubarkan diri dengan tertib dan di kawal pihak Kepolisian. (HK/AL)


Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *