Masyarakat Adat Marah Pohon Sialang Dibabat, Oknum Penampungan Kayu : “Siapa Deking Kalian, Ngadu Aja Sama Tuhan”

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Foto Pohon Sialang

Kampar Riau, FORUMNUSANTARANEWS.COM – Tingginya populasi lebah madu dapat diketahui dari keberadaan pakannya. Salah satunya adalah Pohon Sialang yang sering dijadikan sebagai tempat sarang beberapa jenis lebah hutan. Pohon ini pada musim bunga secara rutin dikunjungi dan dijadikan sebagai tempat bersarang lebah hutan Apis dorsata.

Sayangnya, keberadaan pohon sialang semakin tergerus akibat tingginya laju deforestasi dan alih fungsi hutan. Banyaknya penebangan hutan, baik yang resmi dilakukan oleh pemegang hak kelola, maupun yang tidak resmi (illegal logging) berimbas pada penurunan jumlah populasi lebah hutan. Akibatnya di beberapa daerah yang pada masa lalu merupakan sentra-sentra penghasil madu, sekarang mengalami penurunan angka produksi madu lebah secara signifikan.

Salah satunya seperti yang dirasakan sekelompok masyarakat Desa Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar yang diakui mereka bahwa pohon sialang yang tumbuh lestari diatas lahan milik pesukuan sekelompok masyarakat Desa Mentulik tersebut dibabat pihak-pihak yang diduga akan menjual kayu-kayu dari hasil penebangan pohon sialang hutan yang berada di seberang aliran sungai kampar Desa Mentulik.

Foto Pohon Sialang Usai Dirambah

Mereka akui, sebut saja Un (Lk, 35 Tahun). Bahwa hutan pohon sialang tersebut dibabat oleh pihak penampungan kayu pembalakan liar yang dilakukan oleh oknum Ketua Pemuda Desa Mentulik dengan inisial EO bersama anggota kerja penebangan pohon sialang tersebut.

Pohon Sialang yang berada dihutan rimbo kaluang Desa Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar Provinsi Riau, sudah dilakukan penebangan sebanyak 27 batang panjang 4 meter  dan lingkar 70 cm dengan hitungan lebih kurang 40 kubit kayu.

“ibuk ibuk kami sudah temui pihak penebang dan larang mereka untuk lanjutkan pekerjaan pihak penebang kayu dan kayu yg sudah ditebang, sudah diamankan rombongan ibuk ibuk ke sungai kampung.” Ungkap UN.

Dilanjutkannya, “kami sudah temui pihak ninik mamak, tapi belum bisa didudukkan karena ada salah satu ninik mamak sedang dalam keadaan sakit dan kepala desa mentulik sudah tandatangani surat persetujuan lahan rimbo kaluang milik ninik mamak masyarakat ajo menanti.”

“kami sudah coba laporkan ke pihak polsek, tapi tak ada tangpapan. Mungkin mereka ada kerjasama soal ini. Sebab diindikasi adanya oknum polisi yang mendapatkan jatah dari pihak penampung hasil kayu perambahan hutan ini.” cetusnya.

“ada yang  Sebelumnya, pihak Polsek dan pihak kecamatan sudah turun ke desa mentulik ini. Namun tidak ada tindak lanjutnya dalam menyikapi laporan kami masyarakat awam ini bang.” beber UN.

Masih pihak Masyarakat, diharapkan laporan kami masyarakat untuk segera disikapi pihak terkait dan pihak berwajib. Karena ini adalah hasil madu dari lebah hutan yang masyarakat rawat dan manfaatkan pada pohon sialang.

Mirisnya lagi, EO yang merupakan Ketua Pemuda Desa Mentulik menantang masyarakat dengan mengeluarkan ucapan “siapo uwang yang kan mandeking kalian dalam malaporkan kojo iko, pasrah lah ka tuhan.. jiko parolu mangadu ka tuhan kali (siapa orang yang membantu kalian untuk melaporkan kasus ini, pasrah sajalah kepada tuhan, jikaperlu mengadu ke tuhan sekalian, red).” tiru warga menceritakan kepada awak media (29/11/2018).

“tolong tindak tegas segera persoalan ini oleh pihak terkait, bang.” harap sekelompok masyarakat.

Hingga berita ini ditayangkan (30/11/2018), awak media belum mendapatkan konfirmasi dari Kepala Desa Mentulik dan Pihak Kepolisian Sektor Kampar Kiri Hilir beserta Ninik Mamak Pesukuan Domo Desa Mentulik.

Reporter/Penerbit : M.Hasbi (Wakorwil Riau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *