Melawan Lupa: YTM Diserang Massa Ormas

oleh
Ilustrasi massa brutal. (Foto: Liputan6.com)
Ilustrasi massa brutal. (Foto: Liputan6.com)

AGAM, FN

Pada tanggal 6 September 2017, sekitar pukul 04.00 WIB dini hari, Yayasan Tanjung Manggopoh (YTM) tiba – tiba didatangi oleh sekelompok massa gabungan yang berasal dari Manggopoh, Kabupaten Agam dan Organisasi Masyarakat (Ormas) bernama Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB).

Kedatangan mereka yang mengangetkan tersebut, menurut informasi ingin menyampaikan orasi, namun disinyalir tanpa izin dari Polres Agam. Sementara yang diizinkan oleh Polres Agam, diketahui hanya sebatas Rapat Akbar DPD PEKAT IB Kabupaten Agam, (5 September 2017).

Salah seorang sumber yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan kepada media ini, bahwa kedatangan massa tersebut ternyata bukan melakukan orasi, malah melakukan tindakan pengrusakan/ brutal terhadap Kantor YTM, Gudang dan menjarah isi kantor, yang dikawal Anggota Polres Agam, lebih kurang 1 (satu) kompi dan termasuk didalam sekelompok orang tersebut membawa preman (Ambon) kurang lebih 30 orang, yang dipimpin oleh Berry Bur (Ketua DPW Sumbar dari Ormas tersebut) dan Yendra Yanuar/ alias Pirau, serta Defrizal Awunk (Wali Jorong Padang Mardani), Syafrizal (DPO Narkoba Polres Agam).

“Kedatangan massa tersebut menggunakan 3 unit Bus (Alisma), Mobil Pribadi 15 Unit, Dalmas Polres Agam 1 Unit, Truck Water Cannon 1 Unit dan 2 Unit Mobil Patroli Polres Agam. Diperkirakan, akibat pengrusakan tersebut dengan dampak kerugian hingga 70% kerusakan,” ungkap sumber tersebut.

Sejak saat itu, massa menguasai lahan sawit yang dikelola oleh Ninik Mamak Suku Tanjung Manggopoh dengan badan hukum Yayasan (baca; YTM), secara sepihak sampai saat ini, dengan luas 1.284 Hektare.

“Lahan itu milik Suku Tanjung Manggopoh, mengapa ormas membabi buta begini  ke lahan adat Suku Tanjung,” pungkas sumber itu. (***)