Menu Click to open Menus
Home » Daerah » MENGAPA JEMBATAN TIMBANG SAMBONG BERJALAN SATU ARAH ?

MENGAPA JEMBATAN TIMBANG SAMBONG BERJALAN SATU ARAH ?

(756 Views) Oktober 6, 2016 12:53 pm | Published by | No comment

foto0995BLORA – Pengelolaan Jembatan Timbang yang selama ini dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa tengah, diduga masih perlu dikembangkan dari segala aspek, baik dari segi penjagaan, logistik, sarana dan prasarana, karena Jembatan Timbang menjadi persoalan sendiri di masyarakat, Jembatan Timbang menjadi persoalan yang strategis diperbincangkan, adanya pungli, dan yang paling penting adalah pemeliharaan jalan melewati Jembatan Timbang dengan adanya truk bermuatan yang melebihi muatannya. Itulah yang menjadi pemicu banyaknya jalan rusak di Blora dan sekitarnya, karena banyak truk-truk yang menyalahi aturan.Seperti Jembatan Timbang Kecamatan Sambong.

”Pernah dalam satu hari sampai mencapai 77 kendaraan yang kelebihan muatan. Dan di sini yang paling banyak mendominasi adalah truk bermuatan pasir,” kata Waskito Dihantono, Sipem MM, bagian BPP Jembatan Timbang Sambong, Blora, Rabu (14/5) kemarin.

Ia menambahkan, tidak hanya itu saja, masih banyak truk-truk yang berani membawa barang dengan muatan tinggi, misalnya truk bermuatan kapas, ada juga angkutan kecil yang mengangkut tempat ikan dari bambu, hingga bermuatan tinggi. Hal itu tidak saja berpengaruh pada rusaknya jalan, namun mengganggu keselamatan sesama pengguna jalan.

Dua hari FN mengamati kegiatan Jembatan Timbang Sambong, ada keganjilan terjadi pada lalulintas kendaraan yang bermuatan, baik yang bermuatan berat maupun yang bermuatan sedang, ternyata tidak keseluruhan truk truk pengangkut masuk ke Jembatan Timbang, misalnya dari arah Blora, petugas jaga Jembatan Timbang Sambong diduga membiarkan truk truk tersebut berlalu saja melaju ke arah Cepu, tanpa berbelok memasuki Jembatan Timbang, padahal FN perhatikan truk truk tersebut banyak melanggar aturan.Lucunya dari arah Cepu ke Blora hampir tak terlewati dari sekian truk di arahkan masuk ke lokasi Jembatan Timbang Sambong.

Seorang sopir yang truknya memuat barang yang berlebihan dari arah barat dan akan menuju Magetan, ditemui disalah satu warung kopi ketika FN konfirmasi menjawab:”Sudah lama mas, kalau dari arah barat tidak diwajibkan masuk Jembatan Timbang, saya senang dengan kebijakan ini “

Lain halnya bagi sopir  Ramadhan yang menuju ke arah Blora (Barat) sebaliknya mengeluh “Dari arah timur pengecekan ketat, pemeriksaan surat surat kendaraan, muatan yang berlebihan, dan setiap pelanggaran langsung ditilang petugas.Kami keberatan adanya kebijakan ini, karena mayoritas dari arah timur hanyalah bermuatan pasir untuk kepentingan proyek juga.”

Abdul Malik pengusaha seorang Pengusaha Kayu dan Tembakau dari Sonorojo kecamatan Padangan Bojonegoro, kecewa dengan adanya pemberlakuan ini, “Seharusnya dari mana arah mana saja diberlakukan.Kami keberatan.Apa sih perbedaannya, perlakukan dong yang sama “.

Lain halnya komentar pemerhati lingkungan bernama Ngadirin, “ Saya mendukung perlakuan sama terhadap truk truk atau kendaraan pengangkut barang.Ini kan kontribusi terhadap daerah, paling tidak kontribusi itu kan buat perbaikan jalan yang dilewati masyarakat juga”.

Setelah konfirmasi kepada petugas Jembatan Timbang Sambong(02/10/16), kebetulan hanya ketemu salah seorang petugas yang tidak mau disebutkan namanya menjawab,” maaf pak, kami tidak mempunyai kebijakan menjawab, kami hanyalah menjalankan tugas sesuai perintah atasan kami.”

Di kantor Dinas Perhubungan Blora, seorang Kasubag Karjo jawabannya juga sama, “Maaf itu bukan wewenang kami, sebaiknya sampean langsung ke Dinas Perhubungan Propinsi Jateng.”

Sayangnya, karena keterbatasan waktu, sampai berita ini diturunkan kami belum bisa konfirmasi langsung ke Dinas Perhubungan Pemerintah Propinsi Jateng di Semarang karena disebabkan jarak tempoh yang jauh (Blora – Semarang),walapun kami kebingungan, apakah hal yang berkenaan ini memang merupakan kebijakan Dishub Propinsi, atau akibat kewalahan petugas untuk menindak truk truk dari arah barat, sehingga dibiarkan berlalu begitu saja melewati depan Jembatan Timbang Sambong.

Namun jika ini dianggap sebagai akibat kewalahan petugas sepertinya tidak logis, karena perhatian petugas selalu siaga di pintu masuk Jembatan Timbang.Misalkan hal ini adalah kebijakan, berarti Dishub merelakan kehilangan ratusan ribu rupiah perharinya dan mengurangi pendapatan daerah.

Namun intinya yang perlu diperhatikan dengan cermat, truck – truck yang melakukan pelanggaran semakin leluasa menikmati kebijakan ini, padahal kerusakan jalan yang merasakan langsung sakitnya pada umumnya, adalah pengguna kendaraan kecil.Semoga Pemrop memperhatikan dampaknya.Awak media sebagai mitra Pemerintah dan Masyarakat sekedar memberikan saran dan informasi melalui medianya, dan FN akan segera  konfirmasi ke pihak berwenang, yaitu Dinas Perhubungan Pemprop Jateng.(untuk membaca berita berita online upload di Gogle Klik Forum Nusantara/Ajas)


Categorised in: ,

No comment for MENGAPA JEMBATAN TIMBANG SAMBONG BERJALAN SATU ARAH ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *