Ngeri! Ibu Pria Ini Meninggal Karena Shock Putranya Dilaporkan Oleh Asisten I Pemkot Surabaya

oleh
Kuasa Hukum dari Rudy Marudut. Viktor A Sinaga (kiri) dan Hermawan Benhard Manurung (kanan) /dok . Junaedi, Forum

SURABAYA-(FN), Nonner (70) Ibu ini meninggal dunia akibat tekanan psikis karena puteranya, Rudy Marudut (45) Warga Kebraon berurusan dengan Polisi gara-gara Laporan dari Asisten I Pemkot Surabaya, Yayuk Eko Agustin.

Hal itu diungkap langsung oleh Viktor A Sinaga Penasehat Hukum dari Rudy Marudut, saat dirinya menghadiri sidang di Pengadilan Negeri PN Surabaya, Kamis,26/10/17.

” Saya sayangkan tindakan dari Yayuk yang asal main lapor ke Polrestabes Surabaya, secara tidak langsung laporan itu membuat orang tua Rudy menjadi drop hingga Meninggal Dunia ” Terang Viktor.

Diketahui sebelumnya, Orang yang dekat dengan Walikota Surabaya itu digugat melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) oleh Rudy di PN Surabaya. Rudy menuntut Yayuk Mengganti rugi sebesar 5 Miliar atas laporannya pada polisi.

” Ya, kami gugat Yayuk Mengganti rugi sebesar 5 Miliar pada Rudy, biar nanti pengadilan yang memutuskan” Ujar Viktor.

Sebelumnya, Rudy merasa bingung dengan tindakan Yayuk yang melaporkannya pada Polrestabes Surabaya dengan Laporan dugaan tindak Pidana Undang – undang ITE, Gara – gara sebuah pesan pribadi via Watsap yang ia kirim pada Kasubag Pemerintahan Ahmad Yardo Wifaqo.

” Bingung saya, padahal itu WA saya kirimkan pribadi pada Yardo, Ini loh mas WA nya” ujar Yardo sambil menunjukkan history konfirmasinya pada Yardo kala itu.

Dalam percakapan WA itu Rudy Menulis permohonan informasi terkait NPHD akan program Jasmas murni tahun anggaran 2016.

” Ass. Met siang Pak bro, gmn kabrnya mhn info kpn bs NPHD utk Jasmas Murni 2017, Soalnya info dr pusat (jkt) yang sdh komunikasi dgn Bu wali & Bu Yayuk lgs, bhw bu yayuk sdh memerintahkan p.edy utk dpt sgra mnuntaskan jasmas hingga 2017 ini, gmn bro.” Tulis dalam Watsap Rudy pada Yardo.

Ironisnya, pesan Watsap itu membuat Yayuk Kalangkabut serta mengambil tindakan dengan melaporkan Rudy Marudut pada kepolisian.

Pihak penyidik Polrestabes langsung merespon laporan orang dekat Risma itu dengan secepat kilat menetapkan Rudy sebagai tersangka.

Rudy oleh penyidik dijerat dengan pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (3) UURI Nomer 11 tahun 2008 yang diperbarui dengan UURI Nomer 18 Tahun 2016, Tentang ITE.

Unsur Jeratan pada pasal yang diterapkan penyidik itu membuat Benhard, yang juga merupakan Kuasa hukum dari Rudy merasa janggal.

Kejanggalan itu oleh Benhard Disasarkan pada oknum penyebar WA itu, yang sampai sekarang belum ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

” itu kan Watsap pribadi antara Rudy dengan Yardo, terkait permohonan informasi, harusnya penyidik terlebih dahulu menetapkan tersangka pada penyebar chat itu, kalau memang permohonan informasi itu dianggap suatu perbuatan Pidana” tegas Benhard.

Lebih jauh Benhard menjelaskan, reaksi Yayuk yang melaporkan Rudy pada polisi menurutnya akan menjadi momok tersendiri bagi kalangan masarakat.

Setidaknya timbul persepsi, bahwa ada upaya pembungkaman yang dilakukan oleh pejabat publik pada warga yang ingin mengakses informasi publik.

Hal itu akan berdampak negatif pada citra birokrasi, karena berupaya memidanakan seorang warga negara yang memerlukan informasi yang dibutuhkan.

” Kedepannya masyarakat akan mencap pejabat publik tersebut sebagai momok dan monster sehingga membuat ketakutan bagi kalangan Masarakat untuk meminta dan memperoleh informasi yang dibutuhkan ” Tegasnya.

Aksi dukungan pada Rudy Marudut mulai berdatangan tak terkecuali dari UKBH Unair, mereka tertarik untuk mengawal kasus yang menjerat Rudy. Pasalnya Apa yang dilakukan rudy untuk memohon informasi pada pejabat publik itu di sambut dengan upaya kriminalisasi.
(Junaedi)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *