Para Warga Penghuni Apartemen City Park Cengkareng, Datangi DPRD DKI Jakarta, P3SRS City Park, Di Duga Cacat Hukum

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

ParaWarga Penghuni Apartemen CityPark Cengkareng, Datangi DPRD DKI Jakarta, P3SRS City Park Di Duga Cacat Hukum

Apartemen City Park Cengkareng Jakarta Barat

JAKARTAForum Nusantara, Kamis 14 Maret 2019, Warga para penghuni beserta Para Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS), Apartemen City Park Cengkareng Jakarta Barat, Rabu 13 Maret 2019, Pukul 10.00 Wib,  berbondong-bondong mendatangi Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta. Kedatangan mereka ke Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta, terkait penyapaian persoalan permasalahan mereka antar kedua belah pihak yakni pengurus “P3SRS” Apartemen City Park, dan para Warga penghuni Apartemen City Park Cengkareng. Kedatangan mereka ini, langsung diterima oleh Komisi D DPRD DKI Jakarta, dipimpin langsung oleh Ketua Praksi Partai Nasdem dari komisi D DPRD DKI Jakarta, bidang Pembangunan, ” Bestari Barus, diruang rapat lantai 3 Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta Jalan Kebon Sirih No 18 Jakarta Pusat (13/03)

Warga Penghuni Dan pengurusan P3SRS  Apartemen City Park Cengkareng Jakata Barat, Rapat Di DPRD DKI Jakarta Komisi D Praksi Partai Nasdem, Lt 3 Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta, Foto Dok Guntur, Media Forum Nusantara Jakarta (13/03)

Persoalan ini timbul dan hingga dibawa ke rapat DPRD DKI Jakarta Komisi D ini, “akibat dari penolakan Warga para penghuni Apartemen City Park Cengkareng Jakarta Barat, terhadap pengurus P3SRS Apartemen City Park, menurut Warga para penghuni, menimbang, dan atas didasari ketentuan Hukum, Peraturan Gubernur, ” PERGUB 132 Tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Warga penghuni menilai bahwa, kepengurusan P3SRS City Park saat ini, ” sudah cacat Hukum, dimana kepengurusan tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan, seperti ber KTP, berdomisili dan bukan juga mereka sebagai pemilik. Hal ini di sampaikan, “Hendri Tristiawan (31), merupakan salah seorang Warga, berdomisili sesuai Identitas KTP tinggal menghuni di City Park Apartemen Cengkareng,” salah seorang dari pemilik Apartemen, “City Park, dan sudah bertahun-tahun tinggal menetap di City Park Cengkareng.

Ketika diwawancarai awak Media,” Hendri menyapaikan bahwa, selama ini ada Oknum-Oknum dari P3SRS yang mengatasnamakan sebagai Warga di City Park, tapi mereka itu di duga kuat bukan Warga City Park, yang selalu saja memprofokasi Warga di Apartemen City Park, untuk tidak mengakui Pengelola Apartemen City Park, sedangkan kami semua mengetahui bahwa pengelolaan itu masih sah dipegang oleh PT. Surya Citra Perdana. Sedangkan setiap kali P3SRS melakukan pemilihan, mereka tidak selalu transparan kepada Warga Penghuni, dan tidak di mediasi oleh pengelola City Park,  karena hanya di datangi oleh anggota-anggota mereka saja, dan Warga para penghuni tidak terlibat secara keseluruhan, banyak sekali dari Warga yang tidak berkenan datang, karena tidak dimediasi oleh Pengelola. Hanya segelintir orang Warga saja yang ikut hadir. Ungkap Hendri

Untuk melihat vidio cilik :

Uhttps://youtu.be/lAkWUkVerZU

Hendri menambahkan, sementara terkait Pergub Nomor 132 Tahun 2018, yang di keluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami para Warga, penghuni dan sekaligus pemilik Unit di Apartemen City Park Cengkareng, Jakarta Barat, sangat mengapresiasi positif sekali, menyambut gembira, dan sangat mendukung dengan di keluarkannya Pergub tersebut, karena ini akan mencerminkan Etika yang baik bagi semua seluruh Apartemen, dan Pemerintah. Menjadikan kita lebih disiplin dan membuat Manusia yang lebih beradap. Sebab,” banyak sekali praktik sewa menyewa harian di sini dan pasti tentunya di berbagai Apartemen lainnya, yang tentunya menurut pendapat kami sebagai Warga Penghuni Apartemen, hal seperti ini, sangat mungkin bisa saja terjadi, bisa dijadikan sebagai sarana tempat Portitusi yang terselubung. Jelas Hendri

Sementara menurut Yuli, Warga lainnya, “juga penghuni Apartemen City Park, menyampaikan,” mengapa Pemerintah Khususnya, ” Dinas Perumahan rakyat, malah tidak mengakomodir keluhan Warga yang sudah tinggal sejak lama di City Park, dan juga keluhan Warga para pengurus RT di City Park ini, “atas adanya dugaan ketidak jelasan status oknum seperti, “Jannes Pakpahan “, di City Park, yang mana dirinya telah mengaku- ngaku menjadi ketua P3SRS, dimana pembentukan P3SRS di City Park yang pertama kali itu, yang kami ketahui, “dilakukan tanpa melibatkan PT Reka Rumanda, selaku Developer dari City Park”. Permasalahan ini muncul sudah sejak sekian lama srkali, sudah sejak Tahun 2009, dan hingga saat ini, belum pernah bisa diselesaikan oleh Dinas Perumahan. Ungkap Yuli

Ungkapnya lagi, Berhubung mungkin saja mereka merasa bahwa PPPSRS nya, sudah berbadan Hukum dan Ketuanya,” Jannes Pakpahan, sehingga PPPSRS nya ini, dianggap sebagai suatu perusahaan, sehingga apabila sudah habis waktu kepemimpinannya, di duga dia hanya rembuk kepada pengurus lain dan kroninya, yang seakan-akan pemegang sahamnya, dan bisa saja menunjuk langsung penggantinya. Padahal seharusnya berdasarkan ketentuan Pergub, “untuk penggantian pengurus PPPSRS, harus melalui rapat umum anggota, dengan mengundang seluruh Warga pemilik dan penghuni Apartemen, dan harus dimediasi oleh pihak pengelola dari Apartemen itu sendiri. “Hal ini lah menurut dugaan kami, yang selalu dibawa-bawa, bahwa PPPSRS mereka itu sudah sah dan sudah berbadan Hukum dan sudah disyahkan oleh Gubernur. Jelas Yuli

Terkait persoalan ini Ketua Praksi Partai Nasdem, DPRD DKI Jakarta, Komisi D ” Bestari Barus” mengatakan dalam pemaparannya saat memimpin rapat bahwa Komisi D bidang Pembangunan, DPRD Provinsi DKI Jakarta, akan segera menindak lanjuti permasalahan ini, dan secepatnya dalam Waktu dekat akan kembali mengundang secara khusus Dinas Perumahan, Biro Hukum, dan Inspektorat, untuk rapat kerja antara komisi D. Setelah itu semua Komisi D akan mengudang kembali perwakilan-perwakilan dari Masyarakat, dalam membedah kembali masalah ini. Sebagai masukan-masukan kami juga mungkin akan kami undang juga unsur-unsur lain, dan sesegera mungkin akan membuat PAMSUS, yang acuannya tidak akan lari dari apa yang ada di dalam Pergub terkait hal permasalahan ini. Jelas Bestari Barus

Saat Oknum P3SRS Apartemen City Park Mengamuk berusaha menyerang Warga Penghuni City Park, di luar ruang rapat Lt 3 Gedung DPRD DKI Jakarta, Foto Dok Guntur, Media Forum Nusantara Jakarta (13/03)

Setelah rapat dengar pendapat komisi D DPRD DKI Jakarta selesai, terjadi hal yang sangat tidak pantas, sampai terjadi di rumah Rakyat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sangat mencoreng rumah aspirasi rakyat, kebanggaan Pemerintah, dan Masyarakat Jakarta.

Hal yang memalukan itu, yang mana ada salah seorang oknum dari kelompok Pengurus PPPSRS Apartemen City Park yang mungkin merasa tak puas, mengamuk di luar ruang rapat, tepat di lobi lt 3 Gedung DPRD DKI Jakarta, Oknum PPPSRS City Park itu, “berusaha menyerang dengan Berutalnya, bak seorang preman, berusaha menyerang dan berusaha melakukan tindakan aksi kekerasan, terhadap salah satu dari pihak Warga penghuni Apartemen City Park, Keributan fisik antar kedua belah pihak pun, nyaris terjadi, bagusnya Pihak Warga tidak terpancing, belum diketahui motif sebenarnya, dari tidakan oknum P3SRS, yang menurut kami, para Warga, hal ini sangat tak terpuji sekali, buat apa kita datangi rumah orang tua kita, DPRD inj, ” Kalau tindakan perbuatan seperti ini, masih saja harus terus di lakukan.

Beruntung sekali berkat kesigapan dari Pihak Pengamanan Gedung DPRD DKI Jakarta, yang profesional dalam bertugas menjaga Keamanan Gedung, berhasil melerai dan meredam aksi main hakim sendiri ini, dan mengamankan salah satu oknum pengurus P3SRS City Park, hingga kondusif aman tertip kembali.

Salah seorang Warga penghuni City Park, ada yang menunjukan bukti ancaman-ancaman Intimidasi, menunjukkan bukti pesan WA selulernya, dari Oknum P3SRS City Park, kepada awak Media Forum Nusantara, terkait hal-hal ancaman-ancaman Intimidasi, Oknum Pengurus P3SRS Apartemen City Park, terhadap dirinya melalui Chat pesan Wa, yang menurut dirinya, ” ini sudah merupakan suatu tindakan melanggar Hukum.

Setelah Oknum pemicu keributan di amankan, pihak pengamanan Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta, “agar tidak terjadi lagi aksi serupa, ” Petugas meminta para pihak dari Warga Penghuni Apartemen City Park, untuk meninggalkan Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta, para Warga mengikuti aturan petugas pengamanan gedung dengan tertib. Pungkas

GUNTUR


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *