PELAYANANAN DISKRIMINATIF DI RSI KALIANGET TERHADAP PASIEN BPJS

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

FORUMNUSANTARA.COM, SUMENEP. Pemerintah meluncurkan program Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN ) : diantaranya BPJS dengan maksud dan tujuan agar semua elemen Masyarakat bisa mendapatkan Hak Jaminan kesehatan yang sama sebagai sala – satuh Hak yang melekat pada tiap individu.

Akan tetapi fakta dilapangan sering bertolak belakang dengan Tujuan Pemerintah tersebut, yang mana sering terjadi pelayanan yg bersifat diskriminatif dari pihak Rumah Sakit terhadap pasien BPJS, seperti halnya yang terjadi di RSI Kalianget terhadap pasien An. Maria Ulfa putri dari kesayangan pasangan Bpk. Bambang dg Ibu. Yuni Wardani.

Berawal pada hr Kamis Tgl 15 Maret 2018 sekitar Pkl. 17.00 WIB Ibu Yuni membawa Putrinya ( Maria Ulfa ) ketempat Praktik dr. Arya Sp. Bedah, untuk memeriksakan dua benjolan yg ada di dada sebelah kiri Putrinya tsb. Hasil Pemeriksaan diketahui adalah TUMOR JINAK dan harus dilakukan pengangkatan kedua benjolan itu dg tindakan Operasi. Lebih lanjut dr. Arya menyatakan bahwa operasi hrs dilakukan dua ( 2 ) tahap, artinya operasi pertana pengangkatan satu Tumor dan beberapa bulan berikutnya Tumor yang satuny, hal Itu disebabkan karena pasen BPJS kalau dilakukan waktu bersamaan hanya satu yang diklam oleh BPJS tapi kalau pasen umum bisa dilakukan tindakan sekali dalam waktu yang sama.

Merasa janggal dg pernyataan dr. Arya, hr. Sabtu tgl 17 Maret Bpk. Bambang mengkonfirmasi pihak BPJS Ibu Endang, menyatakan ” tidak demikian, kalau memang bisa dilakukan sekali dalam waktu bersamaan knp mau dilakukan dua tahap ? ” tutur Bpk. Bambang meniru pernytaan Ibu Endang.

Menurut Bpk. Bambang saat dikonfirmasi oleh Wartawan menjelaskan bahwa jadwal operasi Tgl. 20 Maret 2018 di RSI Kalianget sekitar Pkl.22.00 WIB, menjelang operasi Saya dipanggil keruang OK dan Perawat bilang kalau operasi pengangkatan tumor tetap bertahap kecuali Pasien Umum. Merasa mendapat perlakuan diskrimintif dan untuk meyakinkan pihak RSI saat itu sy menghubungi Ibu Endang lewat selulernya dan Beliau komunikasi sendiri dg perawat bagian OK. Tapi pihak RSI tetap aturan semula yg Indikasinya merugikan Paaien BPJS.

karena kecewa dan terkesan mengabaikan kesehatan Pasien akhirnya pihak keluarga Pasien An. Maria Ulfa membatalkan untuk dioperasi dan minta pulang paksa malam itu.

Saat diklarifikasi pihak Menejement RSI yg diwakili Ibu Yanti memberikan pernyataan dan membenarkan kalau memang harus dilakukan dua ( 2 ) tahap, karena pihak BPJS tidak mau mengklaim semuanya bila dilakukan bersamaan dan Ibu Yanti berkelit dg kalimat ” itu sudah ada MoU nya dg pihak BPJS ” terangnya.

Dikonfirmasi lewat tlp. seluler Moh. Hasan selaku Presiden LPKP2HI ( Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia ) terkait hal ini Menyatakan sikapnya bahwa tidak ada aturan yang membenarkan kebijakan RSI Kalianget yang telah mengabaikan kesehatan pasiennya. Kami tentunya akan mengadukan permasalahan ini ke Dinkes bahkan ke Bupati bersama dengan Bambang ( Ortu Pasien ) karena Dia juga Aktivis dari LPKP2HI Wilayah Sumenep, Diharapkan hal ini tidak terulang kembali di RS mana saja yang Ujung – ujungnya Masyarakat yg dikorbankan dan dirugikan, mengakhiri komunikasinya. ( Bang ).

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *