Peluncuran dan Bedah Buku “INDONESIA BUTUH JOKOWI” Tak Ada Kaitan Dengan Tahun Politik

oleh

Peluncuran dan Bedah Buku “INDONESIA BUTUH JOKOWI” Tidak Ada Kaitan Dengan Tahun Politik

Penulis Buku”Indonesia Butuh Jokowi” Dedi Mahardi

JAKARTA- FN Rabu 16/5/2018 Peluncuran dan bedah buku “Indonesia Butuh Jokowi” berlangsung kemarin siang Selasa 15/5/2018 di HalI Gedung Dewan Pers Nasional Jakarta. Acara Peluncuran di hadiri Para Pembicara:

1. Sidarto Danusubrotho SH (Mantan ketua MPR)

2. Suryo Pratomo (Dirut Metro TV)

3. Stanley Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers Nasional) Moderator

4. Dedi Mahardi (Inspirator-inovator-Author, Penulis buku )

Peluncuran dan bedah buku ini juga di hadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, Organisasi, Tokoh Agama dll. Salah satu dari Organisasi yang hadir yakni ” Paguyuban Perantau Nusantara ” PAPERNUSA yang menghadiri acara tersebut bersama jajaran pengurus dan penasehat PAPERNUSA Dari Tokoh Ulama yaitu KH. Tb Salim Idrus, MA dan Kiyai Toufigurahman.

KH. Tb Salim Idrus, MA dari PAPERNUSA  bersama Dirut Metro TV Suryo Pratomo

Menurut penulis buku ” INDONESIA BUTUH JOKOWI ” Dedi Mahardi, menyampaikan bahwa Peluncuran buku INDONESIA BUTUH JOKOWI ini, tidak ada kaitanya dengan tahun politik yang sedang berlangsung. Buku ini di tulis sejak awal tahun 2017 atau lebih kurang satu setengah tahun lalu, Sehingga buku ini tidak ada kaitannya dengan tahun politik. Anterian terbitnya buku di gramedia cukup padat sehingga menjadi pertimbangan oleh gramedia, karena oktober 2017 gramedia juga baru menerbitkan buku penulis Dedi Mahardi yang ke-II berjudul ” Integritas di tengah kabut idealisme” selanjutnya bulan januari gramedia juga baru menerbitkan buku kami yang berjudul “Terbalik-Jadikan Musuh Terburukmu Sebagai Guru Terbaikmu” buku ini di tulis bukan bertujuan bertujuan untuk dukung atau tidak mendukung salah satu calon Presiden, tetapi untuk memunculkan Tokoh-Tokoh terbaik bangsa untuk di jadikan tauladan.

Seperti yang dikatakan oleh Guru bangsa Buya Syafii Maarip ,sudah tuna toladan dan tuna negarawan ,Sehingga kami sekaligus menulis tiga buku tentang tiga orang tokoh bangsa yang patut di jadikan panutan salah satunya adalah buku berjudul ” Guru bangsa-Setetes embun di Padang tandus”. Penulis perlu memunculkan tokoh terbaik bangsa melalui tulisan nya, Berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa orang tokoh bangsa dan penggiat anti korupsi, solusi permasalahan bangsa ini tidak cukup lagi dengan usulan potong 1 generasi.

Tujuan penulis menulis buku ini untuk menemukenali asal dan penyebab fitnah dan ujaran kebencian kepada pemimpin atau ulil amri yang sangat masik dan struktur serta terus menerus, Amar Maaruf Naih Mungkar, ikut menegakkan kebenaran yang di lakukan oleh ulil amri dan mencegah kemungkaran fitnah terhadap ulil amri serta saran saran terhadap kemungkinan kekurangan ulil amri dalam memimpin.

Menurut nya JOKOWI telah menunjukan etika baik sesuai dengan tujuan Allah Swt menurunkan hambanya kemuka bumi yaitu beribadah dan berbuat yang bermanfaat.Jokowi menunjukan sikap yang islami dengan mencontoh ahklak Rasulluwloh tidak pernah berkata kasar,tidak sombong tidak pernah membalas fitnah dengan fitnah dan sosok yang sangat sederhana, Indonesia sangatlah butuh sosok jokowi. Jelas nya Dedi Mahardi

Kebenaran itu perlu dan harus di tunjukan, di tengah krisis kepercayaan dan krisis mental seperti saat ini, agar masyarakat dapat memahami dan lebih bijak dalam menilai, hadirnya buku Indonesia butuh Jokowi sangat membantu rakyat para pembaca agar tidak menilai dengan sebelah mata, dan jernih dalam menentukan kebenaran. GUNTUR