Pentas Budaya dan Peluncuran Satu Guru Satu Buku di Semarak HARDIKNAS SMA N 2 Limboto

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

GORONTALO FN News- Sebagai salah satu sekolah unggulan, tidak saja di Kabupaten Gorontalo namun juga di Provinsi Gorontalo, SMA Negeri 2 Limboto terus menunjukkan citra dan kiprahnya dalam memajukan dunia pendidikan, seperti mendorong siswa untuk menunjukkan potensinya dalam mempraktekkan mata pelajaran menjadi pementasan yang menarik bahkan menginspirasi sejumlah kalangan. Satu diantaranya melalui kegiatan Pementasan Budaya.

“Pementasan seni budaya yang diintegrasikan dengan muatan lokal etnik budaya gorontalo seperti tarian Tidi yang ditampilkan siswa kelas 10 dan 11 baru-baru ini disekolah dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, secara masal menginspirasi Ibu Gubernur, Hj Ida Syaidah Rusli Habibie untuk ditampilkannya pada momen tahunan Wisata di Provinsi Gorontalo yaitu diajang Festival Karawo,” Urai Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Limboto, Hj Ester Yunginger, M.Pd. baru-baru ini.

Masih terkait etnik budaya Gorontalo, lanjut Ester, ada juga Alaikaya, adalah salah satu lirik atau zikir pada perayaan Maulid Nabi yang diambil beberapa bait.

“Hal-hal seperti ini sudah mulai dilupakan orang dan generasi muda atau siswa itu sendiri tidak tau, dengan adanya hal tersebut, mereka jadi tau.dan ternyata mendapat apresiasi postif, khususnya bagi Pemerintah Provinsi melalui dinas Pendidikan,”ungkap Ester.

Stempel Literasi yang menjadi Ikon SMA 2, menjadi “kiblat” sekolah-sekolah lain untuk berguru bagaimana cara membuat dan menghasilkan karya tulis menjadi buku.

“Acara tersebut juga diisi dengan peluncuran 1070 buku hasil karya dari para guru, yakni Satu Guru Satu Buku,” ujarnya.

Intinya kata Ester, dalam membentuk dan membangun karakter siswa tidak hanya dia belajar dari buku, tapi bagaimana siswa itu sendiri mempraktekkannya.

“Kegiatan yang telah rutin dilaksanakan setiap tahun ini sasarannya semata-mata untuk siswa itu sendiri disamping juga mereka menjadi tahu akan budaya daerah,” pungkas Ester.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *