Peringatan Maulid Nabi di Lapas Paledang Bogor

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Kalapas Paledang, Gunawan Sutrisnadi

BOGOR, FN.COM

Makna Maulid Nabi yang dalam dunia kita terus diperingati setiap tanggal kelahiran beliau (setiap tanggal 12 Rabiul Awwal) bukan lagi sebuah kesemarakan seremonial belaka, tapi sebuah momen spiritual untuk mentahbiskan beliau sebagai figur tunggal yang mengisi pikiran, hati dan pandangan hidup kita.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lembaga Pemasyarakatan Paledang Bogor diikuti oleh seluruh warga binaan yang beragama islam dan pegawai Lapas Paledang Bogor, dengan penceramah Ustad Faisal. Pada kesempatan ini Ka.Lapas memberi sambutan bahwa peringatan maulid nabi ini tidak hanya sekedar memperingati tetapi peringatan ini untuk menambah ketaqwaan kepada Allah SWT seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Dalam ceramahnya Ustad Faisal menyampaikan empat sifat Nabi Muhammad yaitu
1.Fatonah yang artinya pandai, cerdas, dan bijaksana
2.Amanah artinya dapat dipercaya
3.Sidik artinya selalu berkata benar
4.Tabliq artinya setia menyampaikan perintah dan larangan Allah
Nabi Muhammad adalah nabi akhir zaman yang selalu menjadi panutan yang tak akan pernah ada yang mengingkari kebenarannya. Beliaulah yang menuntun seluruh umat manusia menuju jalan yang terang benderang yang selalu disinari dengan cahaya islam.

Dengan perjuangan beliau umat manusia bangkit dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang dengan cahaya islam. Karena beliau jugalah seluruh manusia yang ada di bumi ini selamat dari kehancuran serta dengan kelahiran nabi akhir zaman ini terciptalah aturan-aturan islam yang penuh dengan keharmonisan, persaudaraan, dan keseimbangan dengan terhapusnya perselisihan, pertikaian, dan peperangan.
Pada masa sebelum kelahiran Nabi Muhammad saw, tatanan kehidupan manusia di seluruh penjuru begitu begitu semrawut. Kedatangan Islam yang di turunkan oleh Allah melalui malaikat Jibril as kepada Nabi Muhammad SAW sedikit demi sedikit mengubah tatanan kehidupan di masa jahiliyyah. Kepemimpinan beliau yang berakhlak mulia selalu memberikan pemahaman tentang nilai-nilai moral dan akhlak kepada umatnya, sehingga dengan moral dan akhlak yang baik telah menghantarkan Islam ke puncak posisi sebagai lokomotif peradaban dunia. Oleh karena itu sudah seharusnya dalam kesempatan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW ini kita resapkan makna nilai dan hikmahnya yang terkandung di dalamnya. Untuk selanjutnya kita jadikan bekal yang menjiwai amal perbuatan kita dalam mengarungi hidup ini.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu pengapresiasian dari kita selaku Umat Islam untuk menjunjung tinggi Rasulullah sebagai suri tauladan di muka bumi ini.

Pembinaan narapidana di Lapas bukan hanya mengacu pada pembinaan kemandirian semata, tetapi juga diimbangi dengan pembinaan mental dan kerohanian. Sebagai seorang muslim, salah satu cara untuk menunjukkan kecintaaan kita kepada Nabi Besar Muhammad saw adalah dengan selalu mengenang hari kelahiran beliau.

Maulid Nabi Muhammad merupakan bentuk penghargaan yang sangat besar kepada beliau dan kita harus bangga memiliki hari besar ini. Maulid Nabi yang diadakan setiap tanggal 12 Rabi’ul Awwal tidak hanya dirayakan dengan hura-hura, tetapi momen ini harus dijadikan sebagai media untuk meningkatkan kecintaan muslim kepada Nabi Muhammad saw. Serta juga sebagai ajang untuk meningkatkan prestasi dan potensi umat islam yang akhirnya dapat menjadi umat yang kuat. Kuat yang tidak hanya berarti fisik saja, tetapi kuat dalam artian yang sangat luas yaitu kuat pengetahuannya, wawasan keilmuannya, dan semua aspek dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga akhirnya tercipta individu narapidana yang selalu mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw dan senantiasa berusaha untuk menjadi pribadi muslim yang sesuai dengan harapan bisa diterima kembali oleh masyarakat nantinya.

Dan akhirnya semoga kita semua dijadikan sebagai umat yang mendapat syafa’at dari beliau kelak di hari yang tidak akan ada syafa’at kecuali dari beliau. (SVE-27)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *