Polres Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara Berhasil Ungkap Kasus Jaringan Pemalsuan STNK Dan BPKB

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara Berhasil Ungkap Kasus Jaringan Pemalsuan STNK – BPKB

 

Jajaran Kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta-Utara Saat Mengelar Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Jaringan Pemalsuan STNK Dan BPKB (Kamis 13/09/2018) Foto Dok Forum Nusantara Jakarta.

 

JAKARTA – FN  Kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara mengelar Conferensi Pers dihadapan awak media, acara di Pimpin oleh Wakil Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, ” Kompol Asep Alhuda, (Kamis 13/09/2018) di Polres Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, ada beberapa hal yang disampaikan dalam Konferensi Pers diantaranya, terkait tentang Pengungkapan Kasus Jaringan Pemalsuan surat kendaraan STNK dan BPKB.

Kronololgis terungkapnya kasus jaringan Pemalsuan STNK Dan BPKB berawal yaitu,” pada tanggal 5 Agustus 2018, Anggota Kepolisian Unit III Sat. Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara mendapat informasi adanya penjualan STNK dan BPKB palsu melalui media sosial.

Kemudian pada tanggal 10 Augustus 2018,dari informasi tersebut selanjutnya dilakukan penyelidikan dan telah ada pemesanan STNK di wilayah Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kemudian Unit III Sat. Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, mendapat informasi bahwa pencetak STNK palsu bertempat tinggal di Trowolu Pencol Ngaringan Grobongan Jawa Tengah.

 

Ketiga Orang Pelaku Kasus Jaringan Pemalsuan STNK dan BPKB, Yang Diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

 

Setelah beberapa saat melakukan pencarian para tersangka , ” pada hari Selasa 11 September 2018 Aparat kepolisian Unit III Sat. Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara melakukan Penangkapan dan dari Penangkapan berhasil mengamankan 3 (tiga) orang tersangka yang di duga melakukan Pemalsuan STNK dan BPKB. Ketiga orang para tersangka pelaku, yang berhasil diamankan, berinisial RB (32), ST (25) dan SP (19), ketiganya berasal dari daerah Grombongan Jawa Tengah.

Modus Operandi pelaku melakukan Pemalsuan STNK dan BPKB, dengan cara mencetak STNK Palsu, kemudian pada STNK Palsu tersebut di tempel hologram asli yang di copot dari STNK asli, sedangkan BPKB palsu dengan cara mencetak halaman BPKB kemudian di tempel dengan sampul asli BPKB yang di beli para tersangka dari internet.

 

 

Dari penangkap ketiga tersangka polisi mengamankan barang bukti, berupa tiga diantara barang bukti yaitu berupa 40 (empat puluh) Set STNK palsu berikut pajak, 26 (dua puluh enam) STNK Palsu, 30 lembar surat ketetapan Pajak daerah kendaraan mobil palsu.

Pelaku,” kata dia,” menurut pengakuannya, meminta jasa Rp 1-2 juta untuk berkas kendaraan yang dipalsukan, dan dari bisnis ini pelaku bisa mengantongi omzet hingga 200 juta setiap bulannya Ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara AKP. Moh. Faruk Rozi, S. IK, M. Si. Pada saat konferensi Pers berlangsung (13/09/2018)

“ ketiga orang para pelaku ini, yang ternyata juga masih anggota keluarga, kakak beradik, ” juga memalsukan cap stampel Polda, Polres, hingga Satlantas Polri dalam melakukan aksinya. Dapat diketahui STNK ini palsu karena nomor registernya tidak terdaftar,” jelas Faruk Rozi.

Pihaknya tengah melakukan penyelidikan apakah para pelaku terlibat dalam jaringan sindikat pemalsuan yang lebih besar. Namun Faruk meyakini para pelaku bukan bagian anggota Samsat dari daerah, ” Pelaku dijerat dengan Pasal 263 ayat (1) KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman pidana penjara 6 tahun penjara,” tandasnya.

GUNTUR


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *